Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Erau 2026 Kukar Tetap Digelar Penuh, Anggaran Capai Rp8 Miliar

255
×

Erau 2026 Kukar Tetap Digelar Penuh, Anggaran Capai Rp8 Miliar

Share this article
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 tetap digelar secara penuh meski kondisi keuangan daerah tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Tak hanya mempertahankan prosesi sakral, Pemkab Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk pelaksanaan Erau tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan anggaran tersebut terbagi untuk kegiatan sakral dan seremonial.

“Total anggaran yang untuk sakralnya sekitar Rp4 miliar, kemudian seremonialnya sekitar Rp4 miliar. Berarti total Rp8 miliar untuk pelaksanaan Erau tahun ini,” kata Heriansyah Kamis (20/8/2026).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, anggaran Erau 2026 tidak dialokasikan Disdikbud Kukar dalam bentuk program kegiatan secara langsung. Anggaran tersebut diberikan melalui hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Tahun ini yang berbeda adalah di Dinas Pendidikan tidak ada dalam bentuk program kegiatan. Semuanya hibah kepada pihak Kesultanan,” ujarnya.

Hibah tersebut tidak hanya digunakan untuk rangkaian pelaksanaan Erau. Di dalamnya juga terdapat kebutuhan operasional dan pemeliharaan lingkungan Kesultanan, seperti pemeliharaan kedaton, pengecatan, hingga perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

Di tengah keterbatasan anggaran, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan Erau tidak boleh kehilangan substansinya. Ia bahkan meminta agar pelaksanaan Erau tetap dilakukan secara penuh, bukan hanya mengambil prosesi sakral.

“Saya tegaskan, Pak Kadis, kita harus melaksanakan secara penuh festival ini,” tegas Aulia.

Menurutnya, Erau merupakan salah satu kekayaan budaya paling berharga yang dimiliki Kukar. Karena itu, kondisi keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Bagaimanapun kondisi keuangan daerah kita, tetap harus kita laksanakan. Ini merupakan kekayaan yang sangat berharga yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Aulia juga menekankan agar Erau tidak hanya menjadi tontonan masyarakat di Tenggarong. Ia ingin festival tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda di seluruh wilayah Kukar.

Anak-anak sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, diharapkan dapat mengenal dan memahami makna berbagai prosesi adat dalam Erau, mulai dari belimbur, menaikkan tiang ayu, hingga tradisi melempar beras.

“Kalau bukan kita yang melestarikan ini, pertanyaannya siapakah?” kata Aulia.

Untuk memperluas akses masyarakat, pemerintah juga didorong memanfaatkan teknologi melalui siaran langsung atau live streaming sejumlah prosesi Erau. Dengan demikian, masyarakat di kecamatan tidak harus datang ke Tenggarong untuk mengikuti dan mempelajari rangkaian tradisi tersebut.

“Kami juga membuka peluang kolaborasi dengan KORMI untuk menghadirkan olahraga tradisional dalam rangkaian kegiatan Erau. Langkah ini dinilai dapat menjadi sarana mengenalkan permainan dan olahraga tradisional kepada generasi muda,” ungkapnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *