Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Ekspresi Budaya Tradisional di Titik Nol Tenggarong Diliburkan Sementara Selama Erau

318
×

Ekspresi Budaya Tradisional di Titik Nol Tenggarong Diliburkan Sementara Selama Erau

Share this article
1bdd0922 6e07 4c64 b27d 43b221d24aef
Flayer Pemberitahuan Pelaksanaan Ekspresi Budaya Kukar Selama Erau (Disdikbud Kukar)
Example 468x60

KUKAR : Kegiatan Ekspresi Budaya Tradisional yang rutin digelar setiap malam Minggu di Taman Titik Nol Tenggarong untuk sementara waktu ditiadakan pada 13, 20, dan 27 September 2025. Penghentian sementara ini dilakukan dalam rangka persiapan dan penyuksesan pelaksanaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang berlangsung sepanjang September.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, menyampaikan bahwa tidak ada kendala dalam penghentian sementara ini. “Sebenarnya tidak ada masalah berarti, karena kegiatan ekspresi budaya ini justru bagian dari rangkaian Erau. Persiapannya ditangani langsung oleh panitia, khususnya panitia ekspresi budaya,” jelasnya Sabtu (13/9/2025).

Menurut Puji, kegiatan ekspresi budaya akan kembali dilaksanakan pada bulan Oktober, setelah seluruh rangkaian Erau selesai. Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang peduli terhadap budaya tradisional agar tidak khawatir dengan penghentian sementara tersebut.

“Mulai malam ini ekspresi budaya ditiadakan sementara karena fokus pada persiapan Erau. Namun, setelah Erau selesai, kegiatan ini akan kembali berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Puji menambahkan, Ekspresi Budaya Tradisional merupakan kegiatan terbuka untuk umum. Selama ini, pihaknya sering melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah, kelompok seni di Kutai Kartanegara, hingga komunitas masyarakat yang memiliki minat khusus dalam seni tradisional. Meski begitu, untuk saat ini pesertanya masih terbatas, dan lebih menekankan pada penampilan seni tradisional.

Dalam setiap pelaksanaannya, biasanya ada tiga hingga lima kelompok seni yang tampil. Kuotanya bergantung pada waktu yang tersedia. Para peserta dapat berasal dari kelompok yang ditunjuk langsung oleh Disdikbud Kukar maupun dari masyarakat yang mengajukan diri.

“Kegiatan ini memang menjadi wadah bagi kelompok seni, terutama mereka yang sebelumnya tidak punya panggung untuk tampil. Dengan adanya kegiatan ini, mereka mendapat kesempatan untuk menyalurkan bakat sekaligus melestarikan budaya,” kata Puji.

Animo masyarakat untuk tampil pun cukup tinggi. Banyak kelompok seni yang berminat ikut serta, namun karena keterbatasan waktu, penampilan dibatasi hanya sampai pukul 10 atau 11 malam. Hal ini dilakukan agar pertunjukan tetap berjalan dengan tertib dan sesuai jadwal.
Untuk mekanisme pendaftaran, Puji menegaskan tidak dilakukan secara online.

“Pendaftaran dilakukan langsung melalui panitia. Panitianya berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Disdikbud Kukar berharap Ekspresi Budaya Tradisional terus menjadi ruang kreatif sekaligus sarana melestarikan seni budaya daerah. Meski sempat dihentikan sementara, kegiatan ini diharapkan bisa kembali semarak setelah Erau selesai, dengan partisipasi lebih luas dari masyarakat maupun pelaku seni di Kutai Kartanegara. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *