KUKAR : Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto berkomitmen, agar seluruh warga desa di Kukar menikmati listrik tanpa terkecuali.
Menurutnya, saat ini tidak boleh lagi ada warga Kukar yang tidak menikmati listrik. Target kami kedepan, seluruh rumah di desa-desa Kukar mendapat penerangan 24 jam.
“Hal ini tentu melalui kolaborasi antara DPMD, PLN, dan ESDM Provinsi Kalimantan Timur, diharapkan seluruh desa dan kelurahan di Kukar segera teraliri listrik secara merata, baik melalui jaringan PLN maupun tenaga surya, ” ujar Arianto belum lama ini.
Ia mengatakan, Program penerangan listrik di Desa ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui program Pemkab Kukar Terang Kampongku.
“Saat ini hampir seluruh desa di Kukar telah menikmati akses listrik. Hanya beberapa wilayah tertentu yang masih dalam proses pemenuhan. Sekarang tinggal peningkatan kapasitas. Tujuannya agar semua desa memiliki penerangan 24 jam, baik yang diintervensi oleh PLN maupun tenaga surya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dari 193 desa di Kukar hanya Dua desa di Kecamatan Kenohan yakni Lamin Pulut dan Lamin Telihan yang saat ini masih menunggu penyelesaian jaringan listrik dari PLN.
“Berdasarkan hasil rapat bersama ESDM Provinsi Kaltim dan PLN, pembangunan jaringan listrik di dua desa tersebut akan mulai dikerjakan pada Oktober hingga Desember tahun ini. Tidak ada kendala, hanya menunggu kesiapan dana dari PLN,” terangnya.
Ia menambahkan, selain mengandalkan jaringan PLN, DPMD Kukar juga melakukan intervensi melalui program listrik tenaga surya komunal bagi desa-desa yang sulit dijangkau jaringan PLN. Dua wilayah yang akan menjadi prioritas intervensi ini adalah Desa Sepatin dan Desa Persiapan Tanjung Berukang.
“Dua desa ini masih mengandalkan diesel. Kita sudah bantu peningkatan kapasitasnya, tapi karena biaya operasional solar cukup tinggi, mereka mengusulkan penerangan tenaga surya. Usulan itu akan kita masukkan ke tahun anggaran 2026,” tuturnya.
Arianto menambahkan, DPMD Kukar juga tengah melakukan pendataan ulang terhadap wilayah atau dusun yang belum teraliri listrik meskipun desa induknya sudah tercatat sebagai desa berlistrik.
“Hal ini penting karena indikator desa berlistrik bukan hanya terpenuhinya jaringan di pusat desa, tetapi hingga ke seluruh rumah warga. Kami sudah minta kepala desa dan lurah melaporkan wilayah yang belum tersentuh listrik. Kalau PLN belum bisa menjangkau dan wilayahnya layak, akan kita intervensi dengan tenaga surya,” pungkasnya. (Rd/Adv)

















