KUKAR: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dengan menyelesaikan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh 20 kecamatan di Kukar pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Gelora Kukar periode 2025–2029, Suriadi, usai dilantik pada Jumat (9/1/2026) malam di Kopiral Tenggarong.
Suriadi menyampaikan, dalam waktu dekat Partai Gelora Kukar akan fokus pada program rekrutmen kader, khususnya menyasar generasi muda atau Gen Z agar bergabung dan aktif di partai.
“Kita akan melakukan program rekrutmen, artinya mengajak generasi muda untuk masuk Partai Gelora. Selain itu, kita juga akan melengkapi struktur organisasi, terutama di tingkat DPC,” ujarnya.
Ia menjelaskan, struktur kepengurusan Partai Gelora terdiri dari DPD di tingkat kabupaten dan DPC di tingkat kecamatan. Saat ini, pembentukan DPC di Kukar baru mencapai sekitar 50 persen dari total 20 kecamatan yang ada.
“Yang sudah ada itu sifatnya masih koordinator, belum struktur DPC yang lengkap. Sekitar 50 persen dari 20 kecamatan,” jelas Suriadi.
Untuk melengkapi struktur tersebut, pihaknya akan mendatangi dan menunjuk sejumlah figur yang dinilai mampu membantu pembentukan kepengurusan DPC secara utuh. Suriadi menargetkan seluruh DPC Partai Gelora di 20 kecamatan di Kukar dapat terbentuk dan rampung pada tahun 2026.
“Tahun ini kita usahakan selesai. Targetnya 2026, di 20 kecamatan semuanya sudah terbentuk,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Kukar, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus baru DPD Partai Gelora Kukar yang telah dilantik.
“Saya sampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus baru DPD Partai Gelora. Jadilah agen perubahan yang menjaga persatuan, memberi gagasan konstruktif, dan bekerja nyata untuk rakyat,” ucapnya.
Menurut Akhmad Taufik Hidayat, pelantikan pengurus DPD Partai Gelora Indonesia ini memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai pemberian legitimasi moral dan publik terhadap kepengurusan baru, tetapi juga sebagai momentum memperkenalkan visi dan misi partai yang selaras dengan program pembangunan daerah Kukar Idaman Terbaik.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi lintas partai politik, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa politik seharusnya tidak menjadi alat pemecah belah, melainkan sarana pemersatu dan pendorong pembangunan.
“Politik tidak boleh memecah belah, tetapi harus menjadi alat pemersatu dan pendorong pembangunan yang memberikan dampak positif secara luas bagi masyarakat,” tutupnya. (*van)

















