BALIKPAPAN: Target Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk mencapai 99 persen Sambungan Rumah (SR) air bersih pada tahun 2027 mendapat sorotan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono.
Lanjut Budiono menjelaskan saat Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud dalam forum Musrenbang Kota Balikpapan 2027 memaparkan rencana prioritas peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat. Ia menilai, target tersebut berpotensi sulit tercapai jika persoalan mendasar di tubuh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) belum dibenahi.
Menurut Budiono, saat ini cakupan sambungan rumah PDAM masih berada di kisaran 79 persen. Sementara untuk mengejar target hampir penuh pada 2027, terdapat sejumlah kendala krusial, terutama terkait ketersediaan bahan baku air.
“Sumber air kita masih terbatas, hanya mengandalkan Waduk Teritip, Manggar, dan sumur dalam. Ini harus jadi perhatian serius,” ujar Budiono, pada hari Jumat, 10 April 2026.
Tak hanya soal sumber air, kondisi infrastruktur juga dinilai menjadi hambatan. Ia menyoroti jaringan pipa distribusi yang sudah banyak mengalami kerusakan. “Pipanya sudah keropos, tentu harus diganti. Ini butuh perencanaan dan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.
Lebih jauh, Budiono menekankan bahwa perbaikan internal PDAM menjadi kunci utama sebelum memperluas layanan. Ia menilai kualitas air yang diterima masyarakat saat ini masih belum optimal. “Kualitas air hari ini masih dikeluhkan, tidak jernih atau kurang bagus. Ini harus dibenahi dulu,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti sistem rekrutmen sumber daya manusia di PDAM yang dinilai belum transparan dan profesional. Budiono menyebut masih adanya praktik titipan dalam penerimaan pegawai.
“Rekrutmen seharusnya terbuka dan berdasarkan kualifikasi. Kalau tidak, sulit mendorong profesionalisme,” ujarnya.
Ia bahkan mengingatkan potensi rangkap jabatan serta lemahnya peran dewan pengawas dalam merespons keluhan masyarakat.
“Dewan pengawas ada dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Tapi saat ini respons terhadap keluhan warga masih kurang terasa,” tambahnya.
Budiono menegaskan, jika target 99 persen sambungan rumah ingin tercapai, maka pembenahan manajemen, peningkatan kualitas produksi air, serta transparansi tata kelola harus menjadi prioritas utama.
“Jangan hanya mengejar kuantitas sambungan, tapi kualitas layanan dan manajemennya juga harus diperbaiki,” ungkapnya.(las)

















