KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pelayanan publik hingga tingkat paling bawah melalui program RTKU Terbaik. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menaikkan insentif Ketua RT hingga tiga kali lipat, seiring dengan penguatan peran RT sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri pengukuhan Ketua RT beserta pengurus Desa Sebulu Ulu, Desa Sebulu Ilir, dan Desa Sebulu Modern Priode 2026-2031, bertepat di Kecamatan Sebulu pada Sabtu (10/1/2025).
Bupati Aulia menegaskan, dalam visi besar Kukar Idaman Terbaik, RT tidak lagi diposisikan sekadar sebagai struktur administratif, melainkan sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan dan penyelesaian persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
“RTKU Terbaik ini adalah penguatan peran Ketua RT, Sekretaris, dan Bendahara agar benar-benar menjadi perpanjangan tangan pemerintah. Pemerintah ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Aulia.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial, mulai dari kemasyarakatan hingga pemberdayaan warga, harus dapat diselesaikan dari tingkat RT. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pengurus RT menjadi keharusan agar mereka mampu bekerja maksimal.
Terkait kenaikan insentif, Bupati menekankan kebijakan tersebut telah diputuskan dan bukan sekadar wacana. Insentif yang naik tiga kali lipat juga diiringi dengan peningkatan anggaran program RT secara keseluruhan.
“Insentif kita naikkan tiga kali lipat karena anggarannya juga naik tiga kali lipat. Dengan itu, beban dan tanggung jawab Ketua RT juga jauh lebih besar. Kita harapkan waktu dan perhatian mereka lebih banyak tercurah untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menilai kebijakan tersebut menjadi bentuk penguatan nyata bagi RT sebagai garda terdepan pelayanan pemerintahan.
Menurutnya, dukungan anggaran melalui program RT Terbaikku hingga Rp150 juta di tingkat RT akan berdampak langsung bagi masyarakat.
“RT adalah ujung tombak pelayanan. Dengan dukungan anggaran ini, RT, desa, dan kecamatan diharapkan selalu hadir saat masyarakat mengalami musibah atau kesulitan,” ujarnya.
Edy menambahkan, dana RT tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak warga, termasuk membantu biaya berobat maupun transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga tingkat lingkungan terkecil.(*van)

















