Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

DMI Tenggarong Mediasi Polemik Kepengurusan Masjid Al-Qadar, Sepakati Penyelesaian Damai

286
×

DMI Tenggarong Mediasi Polemik Kepengurusan Masjid Al-Qadar, Sepakati Penyelesaian Damai

Share this article
Momen Setelah Melakukan Audiensi Antara Warga Atau Jemaah Masjid Al-Qadar Kelurahan Melayu Dengan Pengurus Atau Ta’mir Masjid Al-Qadar. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Momen Setelah Melakukan Audiensi Antara Warga Atau Jemaah Masjid Al-Qadar Kelurahan Melayu Dengan Pengurus Atau Ta’mir Masjid Al-Qadar. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tenggarong turun langsung memediasi polemik kepengurusan Masjid Al-Qadar Kelurahan Melayu yang dinilai belum berjalan optimal. Mediasi tersebut digelar melalui audiensi bersama warga atau jemaah dan pengurus atau ta’mir masjid, bertepat di balai pertemuan umum Kelurahan Melayu, Rabu (4/2/2026).

Pertemuan yang difasilitasi pihak Kelurahan Melayu itu melibatkan unsur Polsek Tenggarong dan Koramil sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif. Meski sempat diwarnai perbedaan pendapat yang cukup tajam, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai melalui musyawarah.

Polemik ini mencuat setelah warga dan jemaah menilai pengelolaan Masjid Al-Qadar belum berjalan maksimal, sehingga memunculkan aspirasi agar dilakukan pembenahan kepengurusan.

Ketua DMI Kecamatan Tenggarong, Jafar Sodiq, menegaskan kehadiran DMI bertujuan menjadi penengah serta memastikan masjid tetap menjadi pusat kegiatan ibadah dan keagamaan umat.

“Kami hadir untuk memediasi dan mengawal agar Masjid Al-Qadar tetap digunakan sebagaimana fungsinya, sebagai pusat peribadatan, amaliyah, ubudiyah, serta kegiatan keagamaan lainnya,” ujar Jafar.

Menurutnya, hasil musyawarah menjadi langkah awal untuk memperbaiki tata kelola masjid ke depan. Seluruh pihak, sepakat menurunkan ego dan mengedepankan kepentingan umat.

“Perbedaan pendapat itu wajar. Namun harus dijadikan sarana perbaikan, bukan perpecahan, agar pengelolaan masjid ke depan lebih baik dan mendapat rida Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Al-Qadar, Edward, menyatakan pihaknya terbuka terhadap aspirasi jemaah dan menganggap dinamika yang terjadi sebagai bagian dari proses pembenahan organisasi.

“Kami bersyukur audiensi ini bisa terlaksana. Aspirasi dari jemaah menjadi bahan evaluasi bagi yayasan untuk memperbaiki pengelolaan masjid,” kata Edward.

Ia menambahkan, yayasan akan menggelar rapat internal untuk menentukan mekanisme kepengurusan selanjutnya, termasuk membuka peluang keterlibatan pengurus lama maupun partisipasi masyarakat.

“Hasil rapat internal yayasan nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah ke depan, apakah melalui penunjukan atau dengan memberikan ruang keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Melalui proses mediasi tersebut, seluruh pihak berharap polemik kepengurusan Masjid Al-Qadar dapat diselesaikan secara bijak, sehingga pengelolaan kepengurusan masjid kembali berjalan optimal dengan dukungan penuh masyarakat dan jemaah. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *