KUKAR: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan evaluasi terhadap kondisi pepohonan di kawasan Jalan Poros Tenggarong–Samarinda, menyusul insiden mobil tertimpa pohon di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kukar, Yudiarta, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap kondisi pepohonan yang berada di sepanjang median jalan.
“Kejadian ini tentu tidak kita harapkan. Namun, ini menjadi bahan evaluasi kami terkait kondisi pohon-pohon, khususnya di kawasan Tenggarong Seberang,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Yudiarta menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah melakukan pemangkasan pohon di jalur tersebut pada tahun 2025 lalu. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pohon yang dinilai berpotensi membahayakan karena kondisinya mulai rapuh maupun berada di titik-titik rawan.
“Nanti akan kami pantau kembali, terutama pohon-pohon di median jalan yang rawan, termasuk yang sudah mati. Itu akan kami koordinasikan untuk penanganannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi tidak hanya mencakup pemangkasan, tetapi juga kemungkinan penebangan terhadap pohon yang dinilai sudah tidak layak atau berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu seperti angin kencang maupun hujan deras yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang.
“Kami mengimbau para pengendara agar tetap berhati-hati. Kita tidak pernah tahu potensi yang bisa terjadi di jalan, apalagi saat cuaca ekstrem,” katanya.
DLHK Kukar memastikan akan segera melakukan evaluasi lanjutan dan langkah penanganan di lapangan guna mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan tersebut. (*van)

















