KUKAR : Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengantisipasi penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi/kerbau yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi dan kerbau, tetapi tidak menular ke manusia.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, menjelaskan bahwa LSD merupakan penyakit baru yang menyerang ternak sapi di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang.
“LSD ini baru ditemukan. Kalau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah ada sejak tiga tahun lalu. Penyakit ini memang mudah menular karena disebabkan oleh virus, tetapi masih bisa diantisipasi dan diobati dengan cepat,” ujarnya.
Aji Gazali menjelaskan bahwa kasus LSD telah ditemukan di beberapa daerah, termasuk di Kecamatan Tenggarong Seberang. Namun, pihaknya telah melakukan pengobatan terhadap ternak yang terjangkit dan memastikan langkah pencegahan terus berjalan.
“Jika ternak sudah sakit, kami akan mengobatinya terlebih dahulu. Setelah sembuh, baru diberikan vaksin. Vaksin tidak bisa langsung diberikan pada ternak yang sedang sakit, harus menunggu kondisinya pulih,” jelasnya.
Distanak Kukar juga telah melakukan sosialisasi kepada peternak melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di berbagai kecamatan. Puskeswan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi serta mendampingi peternak dalam menghadapi penyakit ini.
“Kami sudah melakukan sosialisasi melalui Puskeswan. Petugas di Puskeswan akan memberikan informasi langsung kepada para peternak agar mereka memahami cara mengatasi dan mencegah penyakit ini,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, Distanak Kukar telah memberikan vaksin pada sapi yang berada di luar wilayah isolasi.
“Bahkan ternak yang tidak terdampak dan berada di luar area wabah sudah kami vaksin agar tetap terlindungi,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah ini, Distanak Kukar berharap dapat mengendalikan penyebaran LSD dan menjaga kesehatan ternak di wilayahnya. Peternak juga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan gejala LSD pada sapi mereka agar dapat segera ditangani. (Adv/dk)

















