KUKAR : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara mendukung penuh pelaksanaan koper tes wasit yang digelar oleh Askab PSSI Kukar sebagai bagian dari persiapan Piala Askab U-20. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang difasilitasi oleh Dispora Kukar. Tidak hanya fokus pada pelaksanaan pertandingan, pihaknya juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM seperti wasit, hakim garis, dan pelatih.
“Setiap pelaksanaan lomba atau pertandingan, kami selalu imbangi dengan peningkatan kualitas SDM. Jadi tidak hanya lomba, tapi juga ada pelatihan agar kita tidak lagi kekurangan tenaga wasit atau pelatih. Semua disiapkan dari SDM kita sendiri,” ungkap Ali, Minggu (20/4/2025).
Untuk penyelenggaraan Piala Askab U-20 nanti, pihak Askab bersama Dispora telah melakukan survei lapangan di sejumlah kecamatan yang akan dijadikan zona pelaksanaan pertandingan. Turnamen akan dimulai dari tingkat kecamatan dan berlanjut ke tingkat pusat.
Terkait koper tes wasit, Ali menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebugaran dan kemampuan teknis para wasit yang akan memimpin pertandingan, sekaligus menyosialisasikan aturan-aturan terbaru dalam dunia sepak bola.
“Dengan adanya sertifikasi ini, kami ingin para wasit dan hakim garis memimpin pertandingan secara profesional, jujur, dan tidak berpihak. Jika semua dijalankan dengan baik, maka hasil pertandingan pun akan memuaskan semua pihak dari pemain, pelatih, hingga masyarakat,” tegasnya.
Dispora Kukar, kata Ali, berkomitmen mendukung seluruh kegiatan Askab sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi dalam pengembangan keolahragaan, baik dari sisi sarana prasarana, SDM, maupun pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah, saat ini kami tidak kesulitan lagi melaksanakan kegiatan olahraga karena sudah banyak komunitas yang aktif, seperti ISSI untuk sepeda, PASI untuk atletik, dan Askab untuk sepak bola. Jadi secara organisasi dan kolaborasi, kita sudah sangat siap,” ujarnya.
Pelatihan wasit ini diikuti oleh 35 peserta dalam satu kelas dan dilaksanakan selama satu minggu, sesuai dengan standar pelatihan yang berlaku. (Adv/dk)

















