BALIKPAPAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat ekosistem olahraga daerah melalui strategi pembinaan terukur dan pendataan cabang olahraga (cabor) secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan, agar arah pengembangan atlet lebih tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi kemajuan prestasi olahraga di Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada pembinaan atlet usia dini, tetapi juga memastikan setiap cabor memiliki data lengkap, rencana kerja, serta target pembinaan tahunan yang terukur.
“Kami minta setiap cabor menyusun data atlet dan program pembinaan dengan jelas. Ini penting agar evaluasi dan bantuan dari pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” ujar Ratih, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya bergantung pada event atau kejuaraan, tetapi juga pada sistem yang mendukung mulai dari perencanaan, kompetisi berjenjang, hingga keberlanjutan karier atlet.
Hingga saat ini, Balikpapan tercatat memiliki 66 cabang olahraga aktif dan empat badan fungsional di bawah koordinasi Disparpora. Namun, tingkat keaktifan dalam mengikuti kompetisi menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam menentukan dukungan.
“Cabor yang rutin ikut kejuaraan akan lebih mudah menunjukkan hasil dan prestasinya. Sebaliknya, yang jarang ikut lomba biasanya sulit terlihat perkembangannya,” jelas Ratih.
Disparpora, lanjutnya, terus mendorong agar cabor di Balikpapan aktif menggelar turnamen tingkat lokal maupun regional. Aktivitas kompetisi yang rutin akan menjadi sarana evaluasi bagi atlet dan pelatih sekaligus memperkuat minat masyarakat terhadap olahraga.
Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Pemkot Balikpapan juga rutin menyertakan kategori usia dini dalam setiap event olahraga. Mulai dari push bike, mini fun football, hingga turnamen bulu tangkis yang melibatkan anak-anak. “Tujuannya membangun fondasi sejak awal agar mereka terbiasa dengan atmosfer kompetisi dan menjunjung nilai sportivitas,” terang Ratih.
Dukungan bagi atlet tidak berhenti di level daerah. Atlet potensial Balikpapan difasilitasi untuk berjenjang mengikuti ajang Pra-Porprov, Porprov, hingga PON. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menembus tim nasional dan tampil di level internasional.
Ratih menegaskan, strategi pembinaan yang berbasis data, kolaborasi antar-cabor, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci menjadikan Balikpapan sebagai kota dengan ekosistem olahraga yang maju dan berkelanjutan.
“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tapi juga cara membentuk karakter dan semangat generasi muda. Kami ingin menjadikan olahraga sebagai bagian dari identitas kota,” pungkasnya.(las)

















