BALIKPAPAN: Upaya membuka kawasan utara Kota Balikpapan sebagai destinasi wisata baru mulai menunjukkan kemajuan. Komisi II DPRD Kota Balikpapan bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) kini memfokuskan perhatian pada rencana pengembangan wisata mangrove di perbatasan Batu Ampar dan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyebut kawasan seluas sekitar empat hektare tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat wisata alam baru, yang sekaligus menjadi ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Empat pihak yang sebelumnya bersengketa sudah sepakat menyerahkan lahan itu untuk kepentingan pariwisata. Ini momentum baik yang harus segera kita tindak lanjuti bersama pemerintah,” ujar Fauzi, pada hari Jumat, (23/10/2025).
Fauzi menjelaskan, saat ini pemerintah telah memulai penataan awal kawasan dengan membuka akses jalan sepanjang 1,5 kilometer menuju lokasi. Langkah ini, menurutnya, menjadi bukti keseriusan pemerintah dan legislatif dalam mempercepat pengembangan kawasan utara sebagai sentra wisata baru.
“Kawasan ini bisa menjadi daya tarik baru dan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar,” jelas Politisi Golkar.
Ia menilai, pengelolaan kawasan di bawah Pemerintah Kota akan membuat progres pembangunan lebih cepat dan terarah. Dengan dukungan infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas publik, wisata mangrove ini berpotensi menambah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan.
Komisi II DPRD juga membuka peluang untuk memberikan dukungan melalui dana aspirasi apabila program tersebut belum masuk dalam prioritas Disparpora tahun ini. “Kalau belum bisa masuk dalam program kerja, kami siap membantu lewat dana aspirasi. Mungkin belum penuh, tapi setidaknya ada langkah awal yang nyata,” terang Fauzi.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen DPRD dalam memastikan pengembangan kawasan utara tidak tertinggal dari wilayah lain seperti Balikpapan Selatan atau Tengah, yang lebih dulu memiliki destinasi unggulan.
Fauzi menambahkan, jika wisata mangrove ini dikembangkan lebih jauh misalnya dengan tambahan rumah budaya atau jalur edukasi lingkungan kawasan tersebut bisa menjadi ikon wisata baru Balikpapan. “Kalau bisa dikembangkan lebih luas lagi tentu akan lebih baik. Tapi kalau baru sebatas wisata mangrove saja, itu sudah langkah maju yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama erat antara DPRD dan Pemkot menjadi kunci untuk menghidupkan kawasan tersebut dan menjadikannya sumber ekonomi baru bagi warga Balikpapan Utara.
“Yang penting ada kemauan bersama. DPRD siap mengawal agar potensi ini benar-benar diwujudkan dan bisa membanggakan kota,” pungkasnya.(las)

















