KUKAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar terus melakukan evaluasi kegiatan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) di setiap Kecamatan sebagai langkah untuk terus memberikan yang terbaik.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, David Haka, menjelaskan bahwa Kekraf merupakan mitra kerja Dispar Kukar, yang bertujuan untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif di tingkat Kabupaten hingga Kecamatan. Evaluasi dilakukan setiap tahun terhadap program kerja Kekraf, yang melibatkan laporan hasil kerja per 6 bulan.
“Evaluasi meliputi berbagai hal, termasuk data pelaku Ekonomi Kreatif, pertumbuhan sektor tersebut, dan keselarasan program kerja dengan visi misi Pemkab Kukar, yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” jelas David belum lama ini.
Karena ada berbagai jenis Ekraf diantaranya pelaku seni pertunjunkan, industri, hingga pelaku UMKM. Pelaku Ekraf di Kukar sangat banyak, setiap daerah juga memiliki potensi yang berbeda. Untuk itu, Peran pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi dan membuat regulasi. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian mereka.
“Kami ingin yang dikerjakan selama ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,”tegasnya.
Dia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan membuat regulasi untuk meningkatkan perekonomian para pelaku Ekonomi Kreatif, yang beragam dari seni pertunjukan hingga industri UMKM.
Saat ini, baru 12 Kekraf Kecamatan yang telah dibentuk dari target 20 Kekraf. Dispar Kukar menargetkan pembentukan 8 Kekraf tambahan pada tahun 2024, seperti Kekraf Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, dan lainnya.
“Harapan kami nanti, Kekraf di 20 kecamatan segera terbentuk dan semua kegiatan bisa direalisasikan di masing-masing wilayah. Karena teman-teman Kekraf di Kecamatan menjadi ujung tombak pemerintah dalam melaksanakan setiap event-event Dinspar Kukar.”katanya (adv/dk1)

















