KUKAR: Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memberikan apresiasi atas pencapaian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai dan Bebudaya (3B) Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, yang berhasil meraih penghargaan Kalpataru 2024 tingkat Nasional.
Penghargaan Kalpataru yang diraih oleh Pokdarwis 3B ini berasal dari kategori penyelamat lingkungan. Untuk mencapai tingkat nasional, Pokdarwis 3B sebelumnya mengikuti lomba Kalpataru tingkat Kabupaten dan Provinsi.
Pada tahun 2022, Pokdarwis Desa Pela mengikuti lomba pelestarian lingkungan yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kemudian, mereka direkomendasikan untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi Kaltim pada 2023, dan akhirnya direkomendasikan oleh Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLHD) Kaltim untuk mengikuti tingkat Nasional.
Airin Susanti, Adyama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda Dispar Kukar, menyebutkan bahwa penghargaan yang diperoleh Pokdarwis 3B menunjukkan pengelolaan desa wisata yang baik. Ia berharap penghargaan ini dapat memajukan sektor pariwisata desa dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Kami mengapresiasi perolehan penghargaan Kalpataru tersebut. Mari bersama memajukan sektor pariwisata. Semoga penghargaan ini bisa menjadi contoh bagi pengelola wisata di Kukar untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Airin.
Sementara Ketua Pokdarwis 3B, Alimin Azarbaizan, mengatakan bahwa penyerahan penghargaan Kalpataru tingkat Nasional akan dilakukan pada Juni 2024, bertepatan dengan Hari Lingkungan.
“Keberhasilan kami adalah dalam menjaga lingkungan sekitar wisata desa. Wisata desa Pela ini menonjolkan potensi alamnya, yaitu Sungai Mahakam dengan Pesut Mahakam. Kami melarang keras siapa pun merusak lingkungan, seperti melakukan penangkapan ikan ilegal menggunakan setrum atau racun,” ujarnya.
Alimin menambahkan bahwa penilaian di tingkat nasional menyoroti keunikan Pokdarwis 3B Desa Pela dalam menjaga lingkungan dan melestarikan Pesut Mahakam.
“Capaian ini berkat kerjasama yang baik dari internal Pokdarwis, masyarakat, maupun pemerintah daerah. Kami berharap, dengan penghargaan ini, wisata desa Pela dapat dikenal lebih luas, baik di Indonesia maupun mancanegara,” tutupnya. (adv/dk1)

















