KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyatakan siap berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kukar dalam upaya memberdayakan masyarakat lokal, terutama para pelaku usaha kecil dan pengrajin.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh program Dekranasda yang berorientasi pada penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui sektor pendidikan dan keterampilan.
“Ada program Dekranasda untuk memberdayakan masyarakat lokal di Kukar. Yang pertama, kaitannya dengan pembinaan dari hulu, yaitu bagaimana anak-anak di sekolah bisa didorong untuk memaksimalkan potensi lokal,” ungkap Pujianto.
Ia menjelaskan, pembinaan dari hulu tersebut akan diintegrasikan ke dalam muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah. Baik di tingkat SD maupun SMP, peserta didik nantinya akan diperkenalkan dengan berbagai kegiatan dan produk kerajinan khas daerah.
Selain itu, Pujianto juga menyoroti pentingnya peran kelompok penjahit lokal dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik di Kukar.
“Pemerintah daerah punya program seragam gratis. Harapannya, teman-teman pengrajin jahit bisa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan satuan pendidikan di wilayahnya agar bantuan yang kita salurkan bisa terserap juga oleh pelaku usaha lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan melibatkan pengrajin lokal dalam pembuatan seragam, perputaran ekonomi bisa tetap terjadi di dalam daerah, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Tidak harus beli jadi dari luar. Kalau bisa, kita manfaatkan para pengrajin Kukar sendiri agar mereka juga mendapatkan manfaat. Dengan begitu, uangnya tetap berputar di Kukar,” tegasnya.
Harapannya, program seragam gratis yang digagas Bupati ini bisa ditangkap dan dikerjakan oleh para pengrajin yang ada di Kutai Kartanegara. Insyaallah kita akan berkolaborasi dengan mereka.
Ia juga menyebutkan bahwa Disdikbud Kukar memiliki sejumlah program pelatihan keterampilan melalui Satuan Pendidikan Nonformal (SKP) yang dapat disinergikan dengan program Dekranasda.
“Kita juga punya program di SKP, di jalur pendidikan non-formal, di antaranya pelatihan menjahit. Itu nanti akan kita berdayakan juga untuk mendukung kegiatan Dekranasda,” pungkasnya.(*van/adv)

















