KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus tancap gas dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Dengan mengusung tiga fokus utama penyempurnaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru, serta pengembangan keterampilan siswa berbasis teknologi Disdikbud bertekad membawa pendidikan Kukar naik kelas.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana (Sapras) serta kompetensi tenaga pendidik menjadi prioritas mutlak.
“Program prioritas kita tetap pada penyelesaian masalah SPM. Standar Pelayanan Minimal harus dipenuhi agar kualitas pendidikan semakin baik,” tegas Thauhid pada Sabtu (26/4/2025).
Langkah nyata sudah dilakukan, mulai dari pembangunan dan renovasi infrastruktur sekolah hingga penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak. Di sisi lain, peningkatan kualitas guru terus digenjot melalui berbagai bimbingan teknis (Bimtek) dan pelatihan profesional.
“Fokus kedua adalah peningkatan SDM guru. Melalui Bimtek dan pelatihan lainnya, kita ingin memastikan guru-guru di Kukar makin andal dan kompeten,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Disdikbud Kukar juga meluncurkan inisiatif inovatif Sekolah Industri Google, sebagai langkah strategis untuk membekali siswa dengan keterampilan digital dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
“Yang ketiga itu adalah peningkatan SDM siswa melalui Sekolah Industri Google,” jelas Thauhid.
Di sisi lain, Disdikbud Kukar juga menargetkan peningkatan skor Rapor Pendidikan, terutama pada aspek literasi dan numerasi. Meski pencapaian literasi di tingkat SMP dinilai cukup memuaskan, namun penguatan di tingkat SD masih menjadi pekerjaan rumah.
“Kalau literasi-numerasi di SMP sudah baik. Tinggal dorongan di SD agar bisa mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Dengan semangat tinggi dan strategi konkret, Disdikbud Kukar menargetkan skor Rapor Pendidikan tembus 100 alias purna. “Ukurannya rasional. Yang dinilai secara nasional adalah Rapor Pendidikan, maka itu menjadi fokus utama kita,” pungkasnya. (adv/dk)

















