Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Gelar Bimtek Sekolah Inklusi Jenjang SMP, 19 Sekolah Ikut Serta

607
×

Disdikbud Kukar Gelar Bimtek Sekolah Inklusi Jenjang SMP, 19 Sekolah Ikut Serta

Share this article
Bimtek Sekolah Inklusi Jenjang SMP Tahun 2025. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Bimtek Sekolah Inklusi Jenjang SMP Tahun 2025. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Inklusi untuk jenjang SMP, bertempat di Hotel Grand Fatma, Senin (29/9/2025).

Kegiatan di gelar selama dua hari, diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari 19 sekolah, terdiri dari 16 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, Muara Muntai, hingga Tenggarong.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor menyampaikan, bahwa sekolah tidak boleh menolak anak-anak berkebutuhan khusus yang disebutnya sebagai anak-anak istimewa. Menurutnya, tidak semua anak cocok bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga keberadaan sekolah inklusi menjadi penting untuk memberikan ruang pendidikan yang setara.

“Anak-anak ini memang berbeda, lebih istimewa. Mereka butuh lingkungan sekolah yang mendukung, termasuk guru yang memiliki kemampuan khusus untuk menangani mereka,” ucapnya.

Namun demikian, tidak semua sekolah dapat menerima anak berkebutuhan khusus, karena keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang inklusi. Hal ini kerap menjadi kendala ketika orang tua bersikeras agar anak mereka bersekolah di sekolah reguler, padahal tidak ada guru pendamping khusus di sekolah tersebut.

Dalam bimtek ini, peserta mendapatkan materi terkait manajemen pendidikan inklusi serta pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi guru. Salah satu poin yang ditekankan adalah pengenalan GPK (Guru Pendamping Khusus) yang diharapkan nantinya dapat hadir di sekolah-sekolah sebagai tenaga terlatih untuk mendampingi anak-anak inklusi.

bimtek2

“Harapan kita, guru-guru yang ada saat ini bisa dilatih agar ke depan mereka menjadi GPK. Dengan begitu, saat peserta didik inklusi masuk ke sekolah, mereka bisa ditangani dengan tepat,” jelas.

Selain aspek tenaga pendidik, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dengan keterbatasan fisik. Misalnya, sekolah bertingkat yang tidak ramah disabilitas tentu perlu menyiapkan fasilitas pendukung.

Disdikbud Kukar sendiri setiap tahun rutin melaksanakan bimtek sekolah inklusi ini. Dari hasil kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang siap menerima anak-anak inklusi dengan data yang lebih jelas dan terstruktur.

“Harapan kita, guru-guru yang ada saat ini bisa dilatih agar ke depan mereka menjadi GPK. Dengan begitu, saat peserta didik inklusi masuk ke sekolah, mereka bisa ditangani dengan tepat,” jelas.

Semakin banyak guru yang memiliki kemampuan khusus, sehingga semakin banyak sekolah yang siap. Dengan begitu, saat penerimaan peserta didik baru (PPDB), orang tua bisa diarahkan ke sekolah-sekolah yang memang telah disiapkan.(*van/adv

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *