Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Disdikbud Kukar Fokus Penuhi Sarana Dasar dan Digitalisasi di Sekolah Dasar

468
×

Disdikbud Kukar Fokus Penuhi Sarana Dasar dan Digitalisasi di Sekolah Dasar

Share this article
Kasi Pengembangan Sarpras Al Adawiyah
Kasi Pengembangan Sarpras Al Adawiyah
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan dasar, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal ini disampaikan Kabid Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, melalui Kasi Pengembangan Sapras, Al Adawiyah (Wiwik), pada Kamis (22/5/2025)

Menurutnya, program prioritas Disdikbud Kukar mengacu langsung pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), di mana kebutuhan ruang kelas menjadi yang paling mendesak.

“Masih banyak SD yang belum memiliki ruang kelas yang memadai. Akibatnya, beberapa sekolah terpaksa menggunakan sistem dua shift pagi dan siang,” jelas Wiwik.

Untuk tahun 2025, pembangunan dan rehabilitasi sarpras sekolah menyasar seluruh wilayah Kukar yang terbagi dalam 20 kecamatan. Prosesnya bertahap mengingat masih banyak sekolah yang mesti drehab karena usia bangunan yang sudah tua serta kebutuhan ruang baru menyesuaikan jumlah murid yang juga bertambah.

Meskipun tidak semua sekolah akan mendapatkan pembangunan ruang kelas baru, bantuan yang diberikan tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, termasuk pengadaan sarpras pendukung lainnya seperti perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“TIK menjadi bagian penting dari pembelajaran saat ini. Kami sudah hampir tuntas dalam memenuhi kebutuhan Chromebook untuk kelas 4 sampai 6. Ini mendukung pelaksanaan asesmen berbasis digital baik online maupun offline,” ungkapnya.

Program Chromebook ini dimulai sejak 2020 lewat bantuan DAK Kementerian, dan kini dilengkapi lewat APBD Kukar.

Pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas digital sekolah dengan dukungan jaringan internet, termasuk bantuan dari Diskominfo. Meski demikian, tantangan masih ada, terutama di wilayah-wilayah terpencil seperti Tabang yang masih terkendala konektivitas.

Meski digitalisasi terus berkembang, Wiwik menekankan bahwa prioritas utama tetap pada pemenuhan sarpras dasar.

“Fokus kami adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar sekolah terpenuhi sesuai standar, tanpa mengesampingkan perkembangan teknologi pendidikan, tapi tentu saja prosesnya secara bertahap dan berkelanjutan.” pungkasnya. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *