KUKAR: Festival Pekan Budaya Bahari di Kecamatan Sebulu akan dimulai malam ini, Jumat 21 Juni 2024. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) dengan tujuan melestarikan budaya lokal dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Aprilian Noor, melalui Pamong Pembinaan Sejarah Lokal dan Pelestarian Budaya Daerah Disdikbud Kukar Agus Syarifudin, menyampaikan bahwa festival ini berlangsung di Lapangan Sutardi, Kecamatan Sebulu, selama lima hari, dari 21 hingga 25 Juni.
Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk tarian tradisional, musik tradisional, permainan tradisional, senam jepen, zumba, aneka lomba, bazar rakyat, dan hiburan.
“Pekan Budaya Bahari merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di 20 kecamatan di Kukar. Tahun lalu, acara ini dikenal sebagai Gelar Apresiasi Seni Budaya Daerah. Kegiatan dasarnya sama, hanya namanya yang berubah,” ujar Agus.
Kegiatan ini mendukung program dedikasi Bupati Kukar, salah satunya adalah Kukar Berbudaya. Disdikbud memiliki tanggung jawab untuk menjalankan program ini, sehingga semua kecamatan di Kukar dapat bergerak bersama untuk memajukan kebudayaan.
“Kami memfasilitasi kegiatan pekan budaya bahari ini di semua kecamatan. Tidak ada satu kecamatan pun yang tidak difasilitasi. Kegiatan pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Kota Bangun dan yang kedua di Kecamatan Sebulu,” beber Agus.
Ia mengungkapkan bahwa Pekan Budaya Bahari akan dilaksanakan di 20 kecamatan, dimulai di Kecamatan Kota Bangun beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan ini, diharapkan seni budaya di setiap kecamatan dapat dilestarikan, dikembangkan, dan dibina lebih lanjut.
Setelah di Sebulu, festival ini akan digelar di daerah pesisir seperti Muara Badak dan Marang Kayu, lalu bergeser ke wilayah hulu secara bergantian agar tidak monoton dan memungkinkan pihak Disdikbud untuk menghadiri setiap acara tersebut.
“Tujuan lainnya adalah memberikan ruang kepada seluruh komunitas seni budaya, paguyuban, dan sanggar seni untuk mengekspresikan hasil karya mereka sesuai jadwal yang telah dibuat oleh Disdikbud. Selain itu, festival ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM di setiap kecamatan,” ungkap Agus.
“Kami berharap Pekan Budaya Bahari ini memberikan efek positif bagi keberlangsungan budaya di daerah masing-masing,” imbuhnya. (adv)

















