Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Disdikbud Balikpapan Luncurkan Modul Pembelajaran Antikorupsi Sejak Dini, Libatkan 20 Guru

212
×

Disdikbud Balikpapan Luncurkan Modul Pembelajaran Antikorupsi Sejak Dini, Libatkan 20 Guru

Share this article
be0a6282 e3df 4b6e 9b8a 0a1dfc12f6c8
Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan inspektorat meluncurkan modul pembelajaran antikorupsi, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Balikpapan, pada hari Senin, 18 Desember 2025, di Auditorium Balai Kota Balikpapan.(Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan resmi meluncurkan modul pembelajaran antikorupsi sejak dini, sebagai bagian dari penguatan karakter dan integritas peserta didik. Modul ini disusun oleh guru-guru yang tergabung dalam komunitas Satu Guru Satu Buku (Sagu-Saku) melalui kerja sama antara Disdikbud dan Inspektorat Kota Balikpapan.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa penyusunan modul telah dilakukan selama satu tahun terakhir, setelah penandatanganan MoU dengan Inspektorat terkait pendidikan antikorupsi.

“Modul ajar ini disusun oleh guru-guru kita dalam komunitas Sagu-Saku. Ini modul yang ketiga mereka buat setelah modul lingkungan hidup dan keberagaman Balikpapan. Modul antikorupsi ini menjadi langkah penting untuk pembiasaan integritas sejak dini,” ujarnya, usai Launching Modul Pembelajaran Antikorupsi tingkat SD dan SMP, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Balikpapan, pada hari Senin, 18 Desember 2025, di Auditorium Balai Kota Balikpapan.

Selain ketiga modul tersebut, saat ini juga tengah disusun modul pengenalan bahaya narkoba, bekerja sama dengan BNN Balikpapan. Keempat modul tersebut nantinya akan menjadi muatan lokal (mulok) yang diajarkan di sekolah.

Irfan menyebutkan bahwa ada sekitar 20 guru dari tingkat SD dan SMP yang terlibat langsung dalam penyusunan modul-modul tersebut. Meski demikian, pembagian atau pengadaan buku antikorupsi bergantung pada dana BOS masing-masing sekolah, mengingat buku tersebut tidak diperjualbelikan.

“Pengadaannya tergantung dana BOS, karena buku ini tidak diperjualbelikan. Sekolah akan memproduksi sendiri sesuai kebutuhan sebagai bahan ajar,” jelasnya.

Irfan menegaskan bahwa Balikpapan menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur, yang telah menyusun modul ajar antikorupsi secara khusus dan sistematis. “Saya rasa di Kalimantan Timur, Balikpapan satu-satunya yang membuat modul ajar antikorupsi,” katanya.

Ia berharap upaya ini dapat melahirkan generasi Indonesia Emas yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

Sebanyak 24 sekolah ditetapkan sebagai rintisan Sekolah Berintegritas, di mana guru-gurunya telah mendapatkan pembekalan mengenai pendidikan antikorupsi dan berperan sebagai penyuluh antikorupsi.

c971b082 b098 4818 b2bc f609e07f8af5

Daftar sekolah tersebut meliputi, SDN 009 Balikpapan Utara; SDN 015 Balikpapan Selatan; SDN 005 Balikpapan Tengah; SDN 001 Balikpapan Kota; SDN 005 Balikpapan Barat; SDN 012 Balikpapan Timur; SD Patra Darma 1; SDIT Balikpapan Islamic School; SD Lukman Al Hakim; SD Kemala Bhayangkari; SDIT As’Adiyah Manuntung dan SDIT Nurul Ilmi.

Untuk tingkat SMP yakni SMPN 1; SMPN 7; SMPN 9; SMPN 14; SMPN 17; SMPN 19; SMPIT Istiqamah YPAIT Balikpapan; SMP Al Iman Islamic School; SMP Nasional KPS; SMPIT As’adiyah Manuntung dan SMPIT Al Azhar Boarding School.

Irfan berharap produksi modul dapat dimulai pada awal tahun depan, sehingga dapat diterapkan pada tahun ajaran baru 2026. “Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa produksi, dan proses pembelajaran bisa dimulai di tahun pelajaran baru 2026,” pungkasnya.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *