KUKAR : Dalam upaya mewujudkan fasilitas publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Cipta Karya tengah mempersiapkan penerapan teknologi pencahayaan hemat energi di sejumlah ruang terbuka publik. Kerja sama dengan Philips (Signify) ini diharapkan menjadi langkah yang positif untuk mempercantik wajah kota sekaligus mengurangi beban konsumsi listrik daerah.
Kabid Cipta Karya Dinas PU Kukar, Muhammad Jamil, mengungkapkan bahwa Philips telah memperkenalkan beragam inovasi pencahayaan berbasis teknologi pintar (smart technology). Sistem ini memadukan penggunaan lampu LED hemat energi dengan pengendalian otomatis yang dapat disesuaikan kebutuhan pencahayaan di lapangan.
“Insya Allah, teknologi ini akan kami terapkan di Taman Kota Raja, Taman Kota Tenggarong, dan selanjutnya di Pasar Seni, jika tidak ada kendala seperti pembebasan lahan dan lain-lain. Untuk Pasar Seni, saat ini masih dalam tahap perencanaan dan pendataan, termasuk mengantisipasi berbagai isu yang mungkin muncul agar bisa disiapkan solusi penyelesaiannya,” jelas Jamil, Jumat (8/8/2025).
Menurutnya, penerapan teknologi pencahayaan Philips bukan hal baru di Kukar. Beberapa lokasi sudah memanfaatkannya, seperti Tua Himba, Taman Kota Raja, Tanjong, serta jembatan Repo-Repo. Bahkan, data dari Signify menyebutkan bahwa implementasi teknologi mereka di Kalimantan Timur paling banyak justru berada di Kukar.
Salah satu contoh sukses penerapan teknologi ini adalah Jembatan Repo-Repo. Sejak tahap perencanaan, pemasangan, hingga pemeliharaan, seluruh prosesnya dikerjakan oleh Philips.
“Dari awal konsep sampai perawatan, semuanya dilakukan oleh pihak Signify. Hasilnya, kualitas pencahayaan terjaga dengan efisien dan estetika yang baik,” terang Jamil.
Keunggulan teknologi smart lighting yang akan digunakan adalah kemampuannya mengatur intensitas cahaya secara otomatis. Lampu-lampu LED yang terhubung ke sistem pintar memungkinkan pengaturan jarak jauh, sehingga memudahkan pengelolaan dan menghemat biaya perawatan.
“Dengan sistem ini, kami dapat memantau dan mengontrol pencahayaan dari pusat kendali. Hal ini tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung program penghematan energi di Kukar,” tambahnya.
Terkait Pasar Seni, Jamil menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh persiapan matang sebelum proyek dimulai. Tahapan meliputi desain teknis, pendataan kebutuhan, hingga identifikasi potensi kendala di lapangan. “Kami ingin pelaksanaan nanti berjalan lancar, tanpa hambatan berarti,” ujarnya.
Penerapan teknologi pencahayaan hemat energi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam membangun fasilitas publik yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan daya tarik wisata perkotaan.
Dengan adanya kerja sama strategis antara Dinas PU Kukar dan Philips, wajah ruang publik di Kukar diharapkan semakin modern, terang, dan efisien. Ke depan, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan teknologi serupa demi lingkungan yang lebih berkelanjutan. (Adv/dk)

















