KUKAR : Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang berhasil meraih juara pertama tingkat kabupaten dalam ajang Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dan kini masuk dalam tiga besar tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Dafip Haryanto, mengungkapkan bahwa Desa Mulawarman mewakili Kukar setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan kini telah menjalani proses verifikasi lapangan oleh tim dari BKKBN Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami sudah melakukan pembinaan sebelumnya, dan verifikasi lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian berjenjang,” ungkapnya Senin (19/5/2025).
Verifikasi lapangan dilakukan secara intensif selama kurang lebih tiga jam. Tim bertemu langsung dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah desa, unsur PKK, pengelola Kampung KB, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), hingga perwakilan dari BPPKB dan DPPKB. Interaksi tersebut menggali sejauh mana sinergi lintas sektor mendukung pelaksanaan program Kampung KB.
Salah satu keunggulan utama Kampung KB Desa Mulawarman adalah keterlibatan pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam kegiatan pencegahan stunting dan pembinaan UMKM. Kolaborasi ini dinilai sebagai wujud ketahanan keluarga yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dukungan kuat dari Kepala Desa menjadi catatan penting bagi tim verifikasi. Ia mampu menggalang kerja sama lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM, serta sejumlah instansi lainnya, dalam menunjang pelaksanaan program-program Kampung KB di desa tersebut.
Tim juga sempat mempertanyakan apakah program Kampung KB berjalan selaras atau justru menyaingi program-program desa. Namun, hasil temuan menunjukkan bahwa keberadaan Kampung KB justru memperkuat program desa. Pemerintah desa pun menyampaikan bahwa mereka sangat terbantu dalam memperluas cakupan dan efektivitas pembangunan masyarakat melalui model Kampung KB.
Lebih lanjut, dukungan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap program ini juga sangat maksimal. Ekosistem yang terbentuk melalui Kampung KB menjadi wadah strategis yang ke depan diharapkan dapat terus dikembangkan oleh desa maupun kabupaten untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Perlu ditegaskan bahwa Kampung KB bukanlah Kampung Keluarga Berencana semata, melainkan Kampung Keluarga Berkualitas,” jelas Dafip.
Fokus utamanya adalah menciptakan ketahanan keluarga, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan membentuk keluarga yang sehat, mandiri, serta berdaya saing.
“KB yang berjalan baik akan menciptakan keluarga berkualitas dan membawa dampak positif bagi pembangunan,” tutupnya. (Adv/dk)

















