KUKAR : Komitmen terhadap dunia pendidikan terus digalakkan oleh Pemerintah Desa Muara Ritan, Kecamatan Tabang. Kepala Desa Ardy Maroni menegaskan bahwa salah satu program prioritasnya sejak awal menjabat adalah mencetak minimal 10 sarjana baru dari desanya, sebagai langkah konkret membangun masa depan generasi muda.
Untuk mewujudkan program tersebut, berbagai upaya dilakukan mulai dari pemberian beasiswa, peningkatan sarana pendidikan, hingga dukungan transportasi bagi pelajar yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah.
“Karena, di Muara Ritan sendiri belum tersedia SMP maupun SMA, sehingga anak-anak harus menyeberang ke desa tetangga seperti Ritan Baru dan Tukung Ritan, atau menempuh jarak hingga 10 kilometer lewat jalur darat.” jelasnya Senin (12/5/2025)
Guna mengatasi tantangan akses pendidikan tersebut, tahun ini pemerintah desa menganggarkan dana khusus untuk pengadaan moda transportasi gratis bagi pelajar. Hal ini merupakan tindak lanjut dari bantuan bus sekolah yang sebelumnya telah diberikan oleh Dinas Perhubungan dan Bupati Kukar untuk Kecamatan Tabang wilayah hilir.
Transportasi gratis ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi orang tua yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya lebih untuk antar-jemput anak. Satu unit kendaraan yang mampu mengangkut 8–10 siswa kini telah dioperasikan, dengan jadwal dua kali perjalanan pulang-pergi setiap hari sekolah.
Sementara itu, program “Satu Desa, Satu Sarjana” yang dicanangkan sejak 2023 kini telah menunjukkan hasil. Saat ini terdapat tiga mahasiswa aktif penerima beasiswa desa, dua di antaranya berkuliah di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
“Selain biaya tahunan, mereka juga dibantu tempat tinggal serta pembinaan rutin dari pemerintah desa.” Jelasnya.
Tidak hanya fokus pada yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, Pemdes Muara Ritan juga menggandeng mahasiswa bina desa dari Universitas Mulawarman (UNMUL) untuk memberikan konseling dan pelatihan karier kepada siswa kelas 12. Bagi yang memilih langsung bekerja, difasilitasi sesuai minat dan potensi yang dimiliki.
“Sebagai lulusan pascasarjana pertama dari Muara Ritan, saya merasa bertanggung jawab membuka jalan bagi adik-adik di desa. Saya ingin mereka punya akses lebih besar terhadap dunia luar melalui pendidikan,” ungkap Ardy Maroni.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Joko Sampurno, turut mengapresiasi langkah inspiratif tersebut.
“Desa Muara Ritan telah memberikan contoh luar biasa dalam membangun SDM. Semoga ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menaruh perhatian lebih pada pendidikan sebagai fondasi kemajuan,” ujarnya. (Adv/dk)

















