KUKAR : Desa Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis memperingati hari jadinya yang ke-120 dengan meriah melalui serangkaian kegiatan pesta rakyat yang berlangsung dari tanggal 31 Mei – 1 Juni 2025. Perayaan ini mengusung tema besar “Menuju Suaka Beradat”, sebagai wujud tekad desa untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan budaya-budaya adat yang mulai terlupakan.
Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai dorongan agar masyarakat kembali mengenal dan mencintai budaya leluhur mereka. Budaya-budaya yang mungkin sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat, itu bisa ditimbulkan kembali, digali lagi, dan berkembang, baik di desa maupun di tingkat nasional.
“Rangkaian acara dimulai dengan berbagai lomba olahraga tradisional dan umum. Permainan seperti tarik tambang, balap karung, serta pertandingan bola menyemarakkan suasana desa. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga dari berbagai latar belakang.” ujarnya Senin (2/6/2025).
Salah satu acara utama adalah pentas seni budaya yang menampilkan tarian dan adat istiadat dari berbagai suku yang mendiami Desa Lebak Mantan, seperti Kutai, Jawa, Banjar, dan Bugis.
“Kita tampilkan seluruh budaya-budaya adat yang ada, supaya masyarakat bisa melihat dan menghargai keberagaman yang ada di desa kita,” tambah Satibi.
Puncak perayaan ditandai dengan kehadiran Sultan Kutai Ing Martadipura dari Tenggarong, Aji Mohamad Arifin, yang memberikan titah sultanan dan meresmikan penetapan hari jadi Desa Lebak Mantan berdasarkan sejarah asal-usulnya dari Kesultanan Kutai. Penetapan ini menambah nilai historis sekaligus memperkuat identitas budaya desa.
Pada hari yang sama, juga dilakukan pelantikan organisasi adat Sempekat Keroan Kutai yang melibatkan tiga kecamatan.
Organisasi ini diketuai oleh Kepala Dinas Pendidikan dan didukung oleh Edi Damansyah, Bupati Kutai Kartanegara, yang juga dilantik sebagai Panglima Sempekat Keroan dalam acara tersebut.
Di malam harinya, perayaan ditutup dengan Sholawat Akbar dan tausiah keagamaan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat serta warga setempat. Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan mengiringi penutupan acara yang berlangsung hingga tengah malam.
Satibi Yusuf berharap momentum usia ke-120 ini bisa menjadi titik balik kebangkitan desa.
“Kami ingin Lebak Mantan bisa bangkit, membangun desanya, dan menjalin persatuan serta kesatuan antarwarga. Harapan kami, desa ini bisa semakin maju dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (Adv/dk)

















