Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Desa Bhuana Jaya Penyumbang Padi Terbesar di Tenggarong Seberang

519
×

Desa Bhuana Jaya Penyumbang Padi Terbesar di Tenggarong Seberang

Share this article
4da8ddc9 63c9 4611 b152 4ec48ec0211a
Example 468x60

KUKAR : Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai daerah penyumbang padi terbesar. Hal ini mengingat wilayah tersebut memiliki luas lahan pertanian yang cukup luas khususnya lahan sawah. Dan pertanian disana didukung penuh dari pemerintah.

Kepala Desa Bhuana Jaya, Frend Effendy, menyatakan bahwa desanya merupakan penyumbang padi terbesar kedua setelah Bukit Pariaman. Namun, luas lahan sawah di desa ini mengalami penyusutan akibat adanya aktivitas perusahaan di sekitar wilayah tersebut.

“Dulu luas sawah kami mencapai 700 hektare lebih, tetapi sekarang berkurang karena beberapa lahan dibebaskan dan dialihfungsikan oleh perusahaan. Meski demikian, hingga tahun 2023, Bhuana Jaya tetap menjadi penyumbang padi nomor dua di Tenggarong Seberang,” ujarnya.

Meski luas lahan berkurang, beberapa area yang sebelumnya sulit dikelola, seperti rawa-rawa, kini dapat dimanfaatkan kembali dengan teknologi pertanian yang lebih baik.

Saat ini, petani di Bhuana Jaya dapat melakukan dua kali panen dalam setahun. Bahkan, pemerintah desa telah mendatangkan profesor dari Pulau Jawa untuk memberikan edukasi tentang peningkatan produktivitas pertanian.

“Target kami adalah bisa panen tiga kali setahun, seperti di Pulau Jawa. Ilmunya sudah kami pelajari, meskipun belum bisa sepenuhnya diterapkan. Namun, tantangan terbesar adalah ketersediaan air, terutama dengan adanya perusahaan yang beroperasi di sekitar desa,” jelas Frend.

Selain itu, pemerintah desa juga mencari solusi untuk memanfaatkan lahan eks tambang sebagai sawah produktif. “Kami berdiskusi dengan ahli, dan mereka menyatakan bahwa sekitar 80% lahan eks tambang bisa diolah kembali menjadi sawah. Saat ini, di Jembayan Mora Bahra, sekitar 12 hektare lahan eks tambang telah dikelola untuk pertanian,” tambahnya.

Namun, hasil panen dari lahan eks tambang belum bisa semaksimal sawah biasa. “Produktivitasnya memang lebih rendah, tapi masih bisa dimanfaatkan dengan metode pertanian yang telah dikembangkan oleh para ahli,” jelasnya.

Frend juga menegaskan bahwa menolak kehadiran perusahaan bukanlah solusi, mengingat mereka telah mendapatkan izin resmi. “Yang bisa kami lakukan adalah mengoptimalkan lahan yang masih ada dan mencari solusi alternatif,” ujarnya.

Untuk sektor peternakan, desa telah bekerja sama dengan Universitas Mulawarman dalam pengembangan ternak. Namun, untuk pertanian, saat ini desa masih fokus mempertahankan luas sawah yang tersisa dan mencari lokasi pengganti untuk lahan yang sudah berkurang.

Di sisi lain, sistem pertanian di Bhuana Jaya sudah semakin modern. “Dulu, panen dilakukan secara manual dan hanya bisa dilakukan di siang hari. Sekarang, dengan adanya mesin panen, prosesnya bisa dilakukan bahkan di malam hari. Jika sebelumnya satu hektare sawah dipanen dalam 2-3 hari, kini bisa diselesaikan hanya dalam satu hari,” jelasnya.

Namun, masih ada kendala dalam proses pengeringan gabah. “Kami pernah mengusulkan pembangunan lantai jemur, tetapi hingga kini belum terealisasi. Saat ini, sebagian besar petani hanya bisa menjemur gabah di depan rumah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Frend, salah satu faktor utama yang membuat Bhuana Jaya tetap menjadi penyumbang gabah terbesar kedua adalah latar belakang penduduknya yang mayoritas merupakan transmigran sejak tahun 1981.

“Warga di sini memang memiliki latar belakang pertanian. Mereka datang dengan ilmu sawah dan bertani sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dulu, sebelum ada perusahaan, pertanian adalah sumber penghidupan utama,” jelasnya.

Secara geografis, Bhuana Jaya juga memiliki keunggulan. “Dataran desa kami cukup luas, ada gunung di sisi barat dan perairan yang melimpah. Hal ini membuat pertanian tetap bisa berjalan meskipun ada tantangan dari perkembangan industri di sekitar desa,” pungkasnya. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *