Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARA

Demi Sekolah, Anak-anak Santan Ulu Pertaruhkan Nyawa Naik Kereta Katrol Seberangi Sungai

316
×

Demi Sekolah, Anak-anak Santan Ulu Pertaruhkan Nyawa Naik Kereta Katrol Seberangi Sungai

Share this article
Sejumlah Pelajar Dan Warga Menyeberangi Sungai Dengan Kereta Katrol Swadaya di Dusun Damai, Marangkayu, Kukar. (Dok. Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto)
Sejumlah Pelajar Dan Warga Menyeberangi Sungai Dengan Kereta Katrol Swadaya di Dusun Damai, Marangkayu, Kukar. (Dok. Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto)
Example 468x60

KUKAR : Setiap pagi, sebelum matahari meninggi, anak-anak Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sudah bersiap di tepi sungai.

Dengan seragam sekolah dan tas di punggung, mereka bergantian menaiki kereta kecil yang tergantung pada seutas katrol untuk menyeberang. Sungai yang membelah kampung menjadi tantangan harian yang harus mereka taklukkan demi bisa belajar di SD 021 dan SD 024.

Kereta gantung sederhana itu bukan fasilitas resmi, melainkan hasil swadaya warga yang dibangun karena tak kunjung hadir jembatan permanen. Terbuat dari rangka besi sederhana dan ditarik manual menggunakan katrol, alat tersebut telah digunakan sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.

Meski tampak ringkih, sarana itu menjadi satu-satunya penghubung antara rumah dan sekolah bagi para pelajar.

Bagi warga, kereta katrol bukan sekadar alat penyeberangan, tetapi simbol perjuangan mempertahankan akses pendidikan di tengah keterbatasan infrastruktur.

Setiap hari, orang tua dan warga sekitar turut membantu mengoperasikan dan memastikan anak-anak bisa menyeberang dengan selamat.

Namun di balik semangat gotong royong itu, terselip kekhawatiran akan risiko keselamatan yang terus membayangi.

Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, mengatakan kondisi tersebut sudah lama menjadi perhatian warga. Namun hingga kini, pembangunan jembatan permanen yang diharapkan belum juga terealisasi.

“Semoga supaya diperhatikan. Anggaran itu kan tidak tahu di mana untuk pejalan kaki. Sudah kami usulkan, tapi tidak tahu anggarannya ke mana,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurut Heri, terdapat dua titik infrastruktur mendesak di wilayahnya. Pertama, jembatan rusak di RT 16 yang menjadi akses kendaraan roda dua dan roda empat menuju tempat ibadah.

Kedua, jembatan gantung katrol di RT 009 Dusun Damai yang menjadi akses utama anak-anak berangkat sekolah.

Kereta gantung tersebut dioperasikan secara sukarela oleh warga setempat dengan pembiayaan bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Saat ini terdapat lima unit kereta gantung katrol yang tersebar di beberapa titik penyeberangan sungai di Desa Santan Ulu. Selain digunakan pelajar, fasilitas itu juga dimanfaatkan warga untuk menuju kebun dan mengangkut hasil panen.

“Yang paling dioptimalkan memang untuk akses anak sekolah,” tegas Heri.

Ia menambahkan, persoalan tersebut sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Bupati Kukar saat itu, Edi Damansyah.

Bahkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar sempat melakukan pendataan kebutuhan pembangunan jembatan.

“Sudah ditengok Pak Edi Damansyah dulu, tapi belum ada realisasinya. Waktu booming program jembatan anak sekolah dari Pak Prabowo juga sudah ada pendataan, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ungkapnya.

Program yang dimaksud merujuk pada agenda prioritas pembangunan infrastruktur dasar yang sebelumnya digaungkan Presiden Prabowo Subianto, termasuk pembangunan jembatan bagi anak sekolah di wilayah terpencil.

Kini, kebutuhan jembatan permanen tidak hanya mendesak di Dusun Damai, tetapi juga di Dusun Wonorejo.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat agar pembangunan segera direalisasikan.

Kondisi ini menjadi potret tantangan infrastruktur di wilayah pedesaan. Di tengah semangat gotong royong masyarakat menjaga akses penyeberangan, risiko keselamatan tetap membayangi anak-anak yang setiap hari harus melintasi sungai demi menempuh pendidikan.

“Harapannya secepatnya direalisasikan sebelum muncul korban. Apalagi Bupati Aulia saat ini juga konsen betul di dunia pendidikan,” pungkasnya. (“van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *