BALIKPAPAN: Inovasi pertanian perkotaan (urban farming) yang dikembangkan warga RT 49, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, mulai menunjukkan dampak nyata. Budidaya Bayam Brasil yang dirintis sejak 2022 kini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ketua Kelompok Toga RT 49, Rusminingsih, menjelaskan bahwa Bayam Brasil dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi sekaligus mudah dibudidayakan.
“Kaya akan vitamin A, C, dan K Bayam Brazil, sehingga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata dan tulang, serta membantu mencegah anemia,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Selain unggul dari sisi kesehatan, tanaman ini juga cocok dikembangkan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas. Warga memanfaatkan metode hidroponik dan teknik urban farming untuk memaksimalkan hasil produksi.
Dari sisi ekonomi, hasilnya mulai terasa. Kelompok ini mampu memproduksi sekitar 100 hingga 200 pack Bayam Brasil setiap bulan. Saat permintaan meningkat, produksi bahkan bisa melonjak hingga 500 sampai 700 pack. Setiap pack dijual seharga Rp20 ribu dengan berat 100 gram.
Pemasaran produk pun terus berkembang. Selain dijual di lingkungan sekitar, Bayam Brasil hasil budidaya warga telah dipasarkan ke berbagai titik, seperti outlet lokal, Kantor DKP3,, kawasan Ibnu Sina, hingga melalui bazar dan penjualan daring.

Tidak hanya fokus pada satu komoditas, warga juga mengembangkan berbagai tanaman lain seperti selada, sawi, dan kangkung. Bahkan, tanaman herbal seperti jahe dan kunyit turut dibudidayakan untuk mendukung produksi minuman kesehatan.
Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, program ini menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Kegiatan budidaya melibatkan warga sekitar dan membuka peluang tambahan penghasilan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan permukiman.
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, keberhasilan warga Muara Rapak ini menjadi bukti bahwa pertanian skala kecil dapat berkembang menjadi usaha produktif. Ke depan, budidaya Bayam Brasil diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan di Kota Balikpapan.(las)

















