Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Buka Posko Nataru 2025, KSOP Balikpapan Prioritaskan Keselamatan Pelayaran

167
×

Buka Posko Nataru 2025, KSOP Balikpapan Prioritaskan Keselamatan Pelayaran

Share this article
71ae26c4 8b14 466c bcf2 e676f6ff3d71
Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu memimpin apel pembukaan posko di pelabuhan semayang, pada hari Kamis, 18 Desember 2025.(Foto:Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan membuka Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat melalui jalur laut.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu, mengatakan pembentukan posko tersebut mengacu pada instruksi Posko Nasional di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan. Posko mulai beroperasi sejak 18 Desember 2025 dan resmi dibuka pada pukul 16.30 WITA.

“Posko ini kami hadirkan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi, baik dari sisi kapal maupun penumpang. Tujuannya agar tidak terjadi kecelakaan atau kejadian luar biasa yang tidak diinginkan,” ujar Capt Weku, usai memimpin apel pembukaan posko di pelabuhan semayang, pada hari Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam operasionalnya, posko melibatkan berbagai unsur, mulai dari KSOP, TNI, Polri, operator kapal, hingga pengelola pelabuhan. Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut selama libur Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan proyeksi Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang angkutan laut di Balikpapan diperkirakan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode Nataru 2024–2025. Meski demikian, hingga saat ini realisasi jumlah penumpang masih berada di kisaran 20 persen dan akan terus dipantau secara harian.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KSOP Balikpapan memberikan dispensasi penambahan kapasitas pada sejumlah kapal. Kapal penumpang Pelni, yang sebelumnya berkapasitas sekitar 1.900 penumpang, diberikan dispensasi hingga 2.946 penumpang. Sementara kapal penumpang Ro-Ro memperoleh dispensasi kapasitas dari 800 penumpang menjadi maksimal 1.200 penumpang.

“Penambahan kapasitas ini cukup signifikan, namun tetap mengedepankan keselamatan. Sebelum dispensasi diberikan, kapal harus melalui ramp check oleh Marine Inspector dan pengamat keselamatan kapal. Tidak hanya aspek keselamatan, tetapi juga kenyamanan penumpang selama perjalanan,” tegasnya.

45c24f89 644d 4274 a804 b3263139bb36

Selain kesiapan kapal, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. KSOP Balikpapan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mewajibkan operator kapal untuk memperhatikan laporan cuaca sebelum keberangkatan.

“Di posko tersedia fasilitas pemantauan cuaca secara real time. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal tidak dilarang, tetapi ditunda hingga cuaca benar-benar aman, sesuai arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” jelas Capt Weku.

Ia menambahkan, posko Nataru juga berfungsi sebagai pusat data dan informasi yang diperbarui secara berkala. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap faktor keselamatan dan cuaca, jumlah penumpang diperkirakan akan bersifat dinamis.

“Kami tidak bisa memprediksi secara pasti jumlah penumpang, karena masyarakat kini lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca. Namun yang pasti, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

KSOP Balikpapan berharap seluruh aktivitas pelayaran selama Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut di momentum Nataru ini.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *