BALIKPAPAN: Ribuan personel gabungan TNI, Polri, serta pemerintah daerah disiagakan menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (12/1/2026). Arus lalu lintas di sejumlah titik strategis mulai diatur.
Kunjungan Presiden ke Kota Minyak ini bukan sekadar agenda kenegaraan biasa. Selain menjadi perhatian nasional, momen tersebut menandai peresmian megaproyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) di kawasan Jalan Yos Sudarso, yang diyakini berdampak besar bagi ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo dijadwalkan tiba melalui Bandara VVIP Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada siang hari, sebelum melanjutkan rangkaian agenda ke lokasi peresmian. Untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib, pengamanan dilaksanakan secara berlapis dan terintegrasi.
Kesiapan aparat ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP yang dipimpin Komandan Korem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul. Dalam apel tersebut, seluruh unsur pengamanan dipastikan siap, mulai dari personel, perlengkapan, hingga pola koordinasi lintas instansi.
“Pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari ring 1 hingga ring 3. Fokusnya bukan hanya pada lokasi kegiatan utama, tetapi juga jalur kedatangan, objek vital, dan kawasan penyangga kota,” jelas Brigjen Anggara.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme dan disiplin menjadi kunci utama dalam pengamanan VVIP. Menurutnya, tingginya intensitas pengamanan tidak boleh mengganggu aktivitas masyarakat, namun tetap harus menjamin keselamatan Kepala Negara.
“Rutinitas tidak boleh membuat lengah. Seluruh personel harus fokus, memahami tugasnya, dan siap menghadapi setiap kemungkinan di lapangan,” tegasnya.
Selain pengamanan fisik, aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas dan pengendalian kerumunan secara persuasif, agar aktivitas warga tetap berjalan normal. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keamanan negara dan kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menekankan bahwa soliditas antarlembaga menjadi faktor penentu keberhasilan pengamanan.
“Pengamanan kunjungan Presiden bukan hanya soal jumlah personel, tetapi soal sinergi. TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus bergerak dalam satu komando dan satu tujuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan prinsip zero tolerance terhadap segala potensi gangguan keamanan, dengan tetap mengedepankan sikap humanis dan profesional di lapangan.
Adanya kesiapsiagaan yang matang dan koordinasi yang solid, Balikpapan menunjukkan kematangannya sebagai kota strategis nasional. Kunjungan Presiden Prabowo bukan hanya soal pengamanan ketat, tetapi juga cerminan kemampuan daerah dalam menjadi tuan rumah agenda negara secara aman, tertib, dan berkelas.(las)

















