BALIKPAPAN: Ratusan warga dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda berkumpul di Halaman BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (10/1/2026). Bukan sekadar untuk berolahraga, kehadiran mereka dalam Jalan Sehat Kerukunan menjadi simbol kuat bagaimana ruang publik dapat menjadi medium merawat harmoni sosial.
Kegiatan yang digelar Kementerian Agama Kota Balikpapan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80 ini, menghadirkan wajah kebersamaan masyarakat Balikpapan yang majemuk. Unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum turut berjalan berdampingan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk konkret upaya pencegahan potensi konflik sosial melalui pendekatan kebersamaan.
“Kerukunan tidak cukup hanya dikampanyekan. Ia harus dihadirkan melalui aktivitas bersama, sehingga masyarakat merasakan langsung nilai persatuan itu,” ujar Sutadi.
Menurutnya, sebagai kota dengan tingkat heterogenitas tinggi, Balikpapan membutuhkan ruang-ruang perjumpaan lintas iman yang mampu memperkuat toleransi dan moderasi beragama. Jalan Sehat Kerukunan dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan rasa saling percaya antarkelompok masyarakat.
Sutadi menegaskan, peran Kementerian Agama bersama pemerintah daerah sangat strategis dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Kesbangpol, kata dia, siap mendukung berbagai inisiatif yang mendorong terciptanya suasana aman dan kondusif.
“Jika nilai saling menghormati dan kebersamaan terus dirawat, Balikpapan akan tetap menjadi kota yang damai dan nyaman untuk semua,” tambahnya.

Selain jalan sehat, kegiatan ini juga dirangkai dengan doa lintas agama, pembagian doorprize, serta penyampaian pesan kebangsaan yang mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan sosial, bukan sumber perpecahan.
Melalui peringatan HAB Kemenag ke-80, Jalan Sehat Kerukunan dimaknai lebih dari sekadar aktivitas fisik. Ia menjadi bagian dari strategi sosial untuk memperkuat persaudaraan, menanamkan toleransi, dan menjaga kedamaian, demi Balikpapan yang rukun di tengah keberagaman.(las)

















