Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Balikpapan Raih Peringkat Dua Nasional Pengelolaan Sampah, Wali Kota Tegaskan Bukti Konsistensi Pemkot

145
×

Balikpapan Raih Peringkat Dua Nasional Pengelolaan Sampah, Wali Kota Tegaskan Bukti Konsistensi Pemkot

Share this article
(Ki:Ka) Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Asisten II, M. Yusri dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Rita. (Foto: Ist/Dutakaltimnews.com)
(Ki:Ka) Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Asisten II, M. Yusri dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Rita. (Foto: Ist/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Pemerintah Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam sepekan terakhir, sejumlah penghargaan diterima dari pemerintah pusat, termasuk dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Salah satu yang paling menonjol adalah peringkat kedua nasional kategori kinerja terbaik pengelolaan sampah, yang diraih Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan dalam ajang Sutami Awards 2025.

Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Pemkot Balikpapan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan wujud kerja kolektif seluruh perangkat daerah, stakeholder, serta dukungan masyarakat.

“DLH Kota Balikpapan meraih penghargaan peringkat dua terbaik pengelolaan sampah secara nasional. Ini patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama,” ujarnya, baru-baru ini.

Wali kota mengungkapkan bahwa peringkat kedua tersebut memiliki alasan tersendiri. Kota Surabaya menempati posisi pertama karena memiliki dukungan pembiayaan dari lembaga internasional, sementara Balikpapan memilih tidak mengambil pinjaman dari luar.

Ia menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan APBD adalah komitmen utama pemerintahannya. “Saya selalu bilang, kita tidak perlu terlihat paling hebat. Yang terpenting kita tidak berutang. Pembangunan harus sehat, keuangan daerah harus kuat demi masa depan kota,” tegasnya.

Meski berhasil meraih penghargaan nasional, Wali Kota menegaskan bahwa prestasi bukanlah ujung dari upaya perbaikan lingkungan. “Penghargaan hanyalah bonus. Yang lebih penting adalah komitmen kita menjaga kota ini bersama-sama,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan. “Cinta sejati itu merawat, bukan merusak. Sama seperti cinta kita kepada Balikpapan, yang harus dijaga dengan hati, tanggung jawab, dan keikhlasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan jika setiap harinya, Balikpapan menghasilkan lebih dari 540 ton sampah, jumlah yang menjadi tantangan besar daerah perkotaan.

Namun, pengelolaan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi pemilahan sampah dari sumbernya, sistem pengangkutan, hingga pemrosesan akhir di TPA Manggar.

Inovasi lingkungan menjadi kunci keberhasilan Balikpapan, antara lain pembatasan penggunaan kantong plastik; program Green, Clean & Healthy; pemanfaatan gas metana menjadi LPG ramah lingkungan di kawasan TPA Manggar; pengembangan pengolahan sampah organik melalui maggot dan edukasi pemilahan sampah di tingkat sekolah dan masyarakat

Pada 2025, dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dibangun, yakni TPST KM 12 Karang Joang dan TPST Graha Indah, yang masing-masing mampu mengolah hingga 30 ton sampah per hari melalui daur ulang, pengomposan, dan pemrosesan lanjutan.

Semangat kolaborasi dan inovasi, Balikpapan optimistis mempertahankan posisinya sebagai kota hijau, bersih, dan layak huni untuk generasi masa depan.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *