BALIKPAPAN: Dinas Sosial Kota Balikpapan kembali menyalurkan bantuan bagi penyandang disabilitas berat serta Lanjut Usia (Lansia) terlantar, sebagai bentuk komitmen pemenuhan pelayanan dasar bagi seluruh warga tanpa kecuali.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Aula Kecamatan Balikpapan Barat, pada hari Rabu, 10 Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan mencakup dua kategori. Pertama, bantuan bahan kebutuhan pokok untuk 80 penerima manfaat dari kelompok disabilitas berat dan lansia terlantar.
Kedua, bantuan peralatan kerja bagi penyandang disabilitas produktif, seperti perlengkapan bengkel, peralatan servis AC dan handphone, serta alat menjahit. Tahun ini, tercatat 17 penerima bantuan peralatan kerja, sementara pada 2024 sebanyak 19 orang telah menerima paket serupa.
Bagus Susetyo menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan agar mereka memperoleh hak yang sama seperti warga lainnya.
“Bantuan ini kami berikan setiap tahun sebagai bentuk pelayanan dasar pemerintah. Baik warga normal maupun penyandang disabilitas memiliki hak yang sama. Kami ingin mereka diberdayakan, diperhatikan, dan disejahterakan,” ujarnya.
Bagus juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program CSR, dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah, beberapa perusahaan juga sudah ikut terlibat. Kalau semua elemen bergerak bersama, tentu semakin kuat empati dan kebersamaan kita sebagai satu kota. Harapannya Balikpapan dapat menjadi kota yang nyaman untuk semua dalam bingkai Madinatul Iman,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan, tetapi juga untuk memotivasi penerima agar mampu mandiri secara ekonomi. Pemerintah juga akan memberikan pendampingan berkelanjutan.
“Bapak ibu adalah warga Balikpapan yang berhak mendapatkan hak yang sama. Bantuan ini kami harap bisa menjadi bekal agar lebih mandiri. Ke depan, lurah akan terus melakukan pendataan agar tidak ada warga yang terlewat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa bantuan sembako bagi lansia terlantar dan disabilitas berat bersumber dari APBD Kota Balikpapan dan telah berjalan konsisten selama dua tahun.
“Program ini diberikan setiap bulan. Pendataan dilakukan bersama mitra kami di lapangan,” ungkapnya.
Untuk bantuan peralatan kerja, Edy menyampaikan bahwa dukungan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Kaltim dan diberikan kepada penyandang disabilitas yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan teknis.
“Harapannya, alat ini dapat dirawat dan digunakan dengan baik sehingga mereka dapat membuka usaha sendiri. Sayang sekali kalau disia-siakan karena nilai peralatannya cukup besar,” ujarnya.
Selain bantuan sembako dan peralatan kerja, Dinas Sosial Balikpapan juga bekerja sama dengan sejumlah mitra CSR dalam penyaluran bantuan kaki palsu, alat dengar, kacamata, dan kebutuhan lainnya.
Dalam waktu dekat, Pertamina juga akan menyalurkan bantuan uang sebesar Rp1 juta per anak, untuk pembelian perlengkapan sekolah kepada 33 anak yatim piatu dan anak kurang mampu pada 11 Desember 2025.
Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Balikpapan mewujudkan kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh warga.(las)

















