BALIKPAPAN: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi memulai proses penilaian Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025, termasuk untuk kategori bergengsi Most Inspiring Tourism Leader (MITL).
Dari total 27 daerah yang mengikuti penjaringan, hanya sembilan kepala daerah yang lolos sebagai finalis, salah satunya Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.
Penilaian kategori MITL mencakup tiga finalis tingkat provinsi (DI Yogyakarta, Jambi, Sulawesi Tenggara), tiga tingkat kota (Balikpapan, Semarang, Surakarta), dan tiga tingkat kabupaten (Banyuwangi, Bengkalis, Bintan).
Puncak Wonderful Indonesia Award 2025 akan digelar pada 5 Desember 2025 di Balairung Susilo Sudarman, Kemenparekraf.
Sekretaris Kemenparekraf, Bayu Aji, mengatakan proses kurasi telah berlangsung sejak 18 Oktober hingga 21 November 2025, dengan menilai aspek utama berupa perencanaan pembangunan pariwisata.
“Dari 27 daerah, telah terkurasi menjadi sembilan finalis berdasarkan perencanaan program dan kegiatan pembangunan pariwisata,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).
Selain kepemimpinan, penilaian WIA 2025 juga menekankan inovasi dan kolaborasi. Dua indikator tambahan, Wonderful Collaboration Innovation dan Wonderful Contribution Innovation, turut mengukur sinergi lintas pemangku kepentingan serta manfaat program bagi lingkungan, budaya, dan masyarakat.
Penilaian untuk Kota Balikpapan dilakukan di Auditorium Balai Kota, Kamis (27/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud memaparkan visi besar pemerintah daerah dalam mengembangkan Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
“Kita hanya berbuat sesuai visi misi pemerintah. Mimpi kita adalah mewujudkan Balikpapan sebagai kota MICE,” ungkap Rahmad.
Ia menjelaskan bahwa Balikpapan memiliki posisi strategis di antara sentra industri dan sumber daya alam Kalimantan, meski tidak memproduksi komoditas tersebut secara langsung.
“Balikpapan dikelilingi penghasil kayu, batu bara, dan sawit. Ini peluang. Makanya kawasan ekonomi di KIK kita hidupkan dengan mempermudah investasi,” ujarnya.
Salah satu langkah percepatan yang dilakukan ialah reformasi perizinan melalui layanan satu pintu, yang kini ditargetkan selesai dalam satu bulan dari sebelumnya tiga bulan.
Rahmad juga memaparkan kesiapan infrastruktur sebagai bagian penting dari transformasi Balikpapan menjadi kota MICE. Sejumlah fasilitas olahraga, UMKM, seminar, hingga ruang konvensi sedang dipersiapkan.
Rencana pembangunan convention hall berkapasitas 15 ribu orang telah dianggarkan untuk 2026, namun sempat tertunda akibat pemangkasan anggaran.
“Mudah-mudahan tahun 2027 convention hall bisa dibangun. Ini akan menunjang Balikpapan, sehingga event nasional dan internasional bisa kita gelar,” kata Rahmad.
Menurutnya, momentum kebangkitan event pasca-pandemi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, terlebih dengan berdekatan dengan Ibu Kota Negara (IKN).
“Kita harus cepat menyiapkan diri supaya tidak kalah bersaing dengan daerah lain, termasuk fasilitas yang ada di IKN,” tegasnya.
Menutup paparannya, Rahmad menyampaikan optimisme Kota Balikpapan dalam penilaian Wonderful Indonesia Award 2025. “Kami sangat optimistis dengan penilaian saat ini,” ujarnya.(las)

















