BALIKPAPAN: Upaya Kota Balikpapan menuju smart city semakin nyata dengan dihadirkannya B-Connect, sebuah sistem pengawasan lalu lintas terpadu yang menghubungkan seluruh kamera milik Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian.
Platform ini bukan hanya alat deteksi pelanggaran, tetapi juga menjadi strategi kota untuk membangun budaya tertib berkendara tanpa harus menunggu kehadiran petugas di lapangan.
Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Jauhari, menyebut B-Connect sebagai bukti nyata kolaborasi antarlembaga dalam menciptakan sistem pengawasan modern berbasis teknologi. “B-Connect sudah di-launching. Artinya kami bersinergi semuanya,” ujarnya kepada media, Selasa (25/11/2025).
Melalui B-Connect, kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile serta kamera Area Traffic Control System (ATCS) disatukan dalam satu pusat kendali. Dishub telah mengintegrasikan 37 kamera utama dengan sistem tersebut, ditambah 167 kamera pengawasan pendukung lainnya. Sementara Polresta Balikpapan menambahkan 10 kamera tambahan dan enam kamera ETLE mobile. “Semua perangkat itu akan ter-connect,” jelas Kompol Jauhari.
Pengawasan tidak hanya dilakukan melalui command center, tetapi juga diterapkan di jalur-jalur inti kota. Salah satu koridor yang sudah masuk tahap integrasi adalah ruas Beruang Madu menuju Balikpapan Baru salah satu jalur padat kendaraan setiap hari.
Dengan sistem ini, pelanggaran lalu lintas dapat terdeteksi hitungan detik. Melalui ATCS, petugas dapat memberikan teguran secara real-time melalui pengeras suara hingga tindakan lanjutan seperti penderekan kendaraan. “Dengan ATCS, pelanggaran bisa tercapture berkali-kali lipat,” sambungnya.
Meski demikian, Jauhari menegaskan bahwa tujuan utama B-Connect bukan semata-mata penindakan. Pengendara yang melanggar tetap dikenakan pasal sesuai aturan, seperti Pasal 287 dan 297, namun fokus utama adalah edukasi dan perubahan perilaku. “Ini semua untuk mengubah budaya masyarakat. Selama ini kalau ada petugas baru mereka tertib,” ujarnya.
Hadirnya B-Connect dinilai sebagai langkah besar Balikpapan dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi lalu lintas. Sistem yang lebih menyeluruh ini memungkinkan pemantauan 24 jam tanpa jeda, yang akan berdampak pada pengurangan pelanggaran dan kecelakaan.
Adanya integrasi teknologi tingkat kota ini, Balikpapan menargetkan terciptanya lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan moder sejalan dengan visi menjadi kota cerdas yang ramah bagi seluruh pengguna jalan.(las)

















