Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

APBD Kukar 2006 Diproyeksikan Senilai Rp7,3 Triliun

414
×

APBD Kukar 2006 Diproyeksikan Senilai Rp7,3 Triliun

Share this article
pak yaniiiik
Example 468x60

KUKAR:Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar 2026 diproyeksikan mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun ini (2025-red). Tahun 2026, APBD diproyeksikan menjadi Rp 7,3 trilliun.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menyebutkan, angka tersebut adalah angka yang pantas sebenarnya, angka yang besar bagi Kukar. “Karena awal awal tahun lalu hanya sampai Rp 5-6 triliun,” kata Ahmad Yani,  usai memimpin Rapat Paripurna penyampaian rencangan KUA-PPAS 2026 Kukar, Senin (28/7/2025).

Ia menyebutkan, meskipun itu hanya hitungan sementara yang pastinya bahwa itu nanti akan menunggu di September hingga November 2025. Sedangkan nilai yang pastinya sesuai dengan peraturan Presiden (Perpres) atau kepres yang disampaikan terkait dengan nilai APBD yang seharusnya.”Ini langkah awal saja, anggaran yang sementara saja karena namanya plafon anggaran sementara,” sebutnya.

Ia menegaskan, dengan anggaran tersebut harus diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Sehingga pembangunan daerah bisa tepat sasaran.

“Kita akan merubah dan memperbaiki terhadap kegiatan yang tidak prioritas, agar tidak dilaksanakan,” tegasnya.

Dirinya berharap, APBD Kukar dapat dikelola dengan baik. Sehingga memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Kukar. Masih ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Sementara itu pada menyampaikan Rencana Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran sementara APBD Kukar 2026, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, bahwa hari ini telah disampaikan KUA PPAS. Artinya pokok pokok pikiran selanjutnya dibahas di DPRD Kukar, nanti dari hasil pembahasan bersama itu akan menjadi produk belanjda dalam bentuk APBD.

“Memang kalau kita lihat anggaran kita tahun depat lebih banyak menurun. Ya proyeksi kita diangka sekitar Rp 7,3 triliun,” kata Aulia Rahman Basri.

Meskipun proyeksi anggaran turun, pihaknya memastikan untuk pelayanan dasar tidak akan terganggu seperti bidang pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.

“Masa kepemimpinan kali ini masa transisi, dan kita juga sudah mulai menjalankan program dedikasi, tentunya ada beberapa pos yang kita lakukan efisiensi,” ucapnya.(dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *