Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Angkasa Pura Indonesia Siapkan Posko Nataru, Fokus Manajemen Delay dan Percepatan Bagasi

166
×

Angkasa Pura Indonesia Siapkan Posko Nataru, Fokus Manajemen Delay dan Percepatan Bagasi

Share this article
510af711 3a19 4d1a 8fa5 90f48e53d790
CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Farid Indra Nugraha memimpin pembukaan posko nataru, di Terminal Keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan, pada hari Senin, 15 Desember 2025.(Foto:Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: PT Angkasa Pura Indonesia (API) Regional VI mulai melakukan persiapan lebih dini dalam menghadapi operasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Persiapan tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi permasalahan sejak awal, terutama terkait pelayanan penumpang dan manajemen keterlambatan penerbangan.

CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Farid Indra Nugraha, mengatakan bahwa pada periode Nataru kali ini terdapat sejumlah perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu fokus utama adalah pembenahan SOP terkait manajemen delay yang selama ini kerap menjadi perhatian pengguna jasa.

“Manajemen delay ini sering kali terabaikan. Ke depan kami akan masuk dengan pendekatan yang lebih humanis, misalnya dengan menghadirkan solution room dan membantu teman-teman airline untuk mengatasi permasalahan delay,” ujarnya, usai membuka Posko Nataru di Terminal Keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan, pada hari Senin, 15 Desember 2025.

Angkasa Pura Indonesia, lanjut Farid, akan terlibat lebih aktif dalam membantu maskapai, termasuk dalam upaya percepatan proses pengambilan bagasi. Pihaknya berencana menurunkan tim khusus, untuk membantu penanganan bagasi agar waktu tunggu penumpang dapat dipersingkat.

“Kami yakin petugas ground handling sudah bekerja sesuai SOP. Namun dari sisi waktu masih ada keterlambatan, sehingga kami akan menurunkan tim khusus untuk mempercepat proses penanganan bagasi. Ini yang agak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, percepatan persiapan posko Nataru juga dilakukan untuk memitigasi kondisi eksternal, seperti faktor cuaca. Angkasa Pura Indonesia akan bekerja sama dengan BMKG, untuk menyampaikan informasi cuaca terkini kepada seluruh pengguna jasa, baik penumpang maupun maskapai.

Terkait proyeksi trafik, Farid menyebutkan jumlah penumpang diperkirakan meningkat sekitar 1 persen, begitu pula dengan pergerakan pesawat. Kenaikan tersebut setara dengan sekitar 1.500 penumpang tambahan. Saat ini, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan melayani sekitar 20 ribu penumpang per hari.

Untuk standar pelayanan, waktu pengambilan bagasi sesuai ketentuan berkisar antara 10 hingga 15 menit, sementara batas maksimal penanganan bagasi adalah sekitar 30 menit.

Menurut Farid, peningkatan pelayanan menjadi perhatian utama Angkasa Pura Indonesia setelah melakukan evaluasi di seluruh bandara yang dikelolanya. Masih terdapat sejumlah aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan.

“Dengan tema melayani sepenuh hati, Angkasa Pura ingin memberikan pelayanan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Ada beberapa terobosan yang kami lakukan untuk membantu pelayanan, baik dari sisi air traffic maupun maskapai,” katanya.

43d59cb5 c106 42b0 a9bf cc80788a4acb

Terkait penambahan penerbangan, Farid mengungkapkan saat ini baru terdapat dua extra flight yang dilaporkan, seluruhnya dari maskapai Garuda Indonesia. Namun penambahan tersebut diperkirakan hanya berdampak sekitar 1 persen terhadap peningkatan jumlah penumpang.

Keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama. Saat ini, Garuda Indonesia dan Citilink masih melakukan perbaikan terhadap sejumlah pesawat yang sebelumnya di-grounded akibat kerusakan, sehingga belum mampu menambah kapasitas secara signifikan.

Menanggapi pertanyaan terkait pengaruh diskon tiket, Farid menilai diskon hanya berdampak pada harga, bukan pada kemampuan penumpang. Faktor utama tetap pada keterbatasan jumlah penerbangan dan armada.

“Kita masih membutuhkan sekitar 20 sampai 30 pesawat lagi untuk bisa kembali ke kondisi sebelum pandemi Covid-19. Dulu, di Balikpapan saja jumlah penumpang bisa mencapai sekitar 25 ribu per hari,” ungkapnya.

Secara nasional, Angkasa Pura Indonesia berharap adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk insentif, seperti keringanan pajak, untuk mempercepat pemulihan industri penerbangan ke kondisi normal seperti sebelum pandemi.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *