KUKAR : Semarak peringatan HUT ke-55 Kelurahan Maluhu ditandai dengan kegiatan inovatif yang menyita perhatian publik. Untuk pertama kalinya, lomba esport resmi digelar di wilayah ini, tepatnya dalam rangkaian Maluhu Esport yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Mei 2025 lalu.
Lomba yang mempertandingkan dua gim populer, Mobile Legends Bang Bang (MLBB) dan PUBG, ini sukses menyedot perhatian tak hanya dari warga sekitar, tetapi juga peserta dari berbagai daerah. Bahkan, dua peserta datang langsung dari Makassar untuk berlaga di kompetisi PUBG.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyebut ajang ini sebagai pencapaian luar biasa bagi wilayahnya. “Kami tidak menyangka antusiasme sebesar ini. Peserta datang dari Samarinda, Kota Bangun, Muara Muntai, hingga luar daerah. Totalnya lebih dari 300 orang,” kata Joko bangga.
Lebih dari sekadar hiburan, Joko melihat lomba ini sebagai peluang emas untuk menggali potensi generasi muda di bidang digital dan teknologi. Ia bahkan membuka peluang bagi tim kelurahannya untuk menjadi penyelenggara event serupa di masa mendatang.
“Kami siap jadi EO untuk lomba esport berikutnya,” ujarnya.
Ketua ESI (E-Sport Indonesia) Kukar, Edy Fachruddin, turut memuji kegiatan ini. Ia menilai Maluhu Expo sebagai wujud nyata kreativitas dan kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan pemuda.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa esports bisa tumbuh dari level kelurahan, dengan tata kelola yang sangat profesional,” ungkap Edy.
Edy berharap, kompetisi seperti ini bisa menjadi jalan lahirnya atlet-atlet esport berprestasi dari Kukar. Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan seleksi atlet esport untuk mengikuti ajang Port Rock 2026.
“Kita akan gelar seleksi di 20 kecamatan, karena pengurus ESI di tingkat kecamatan juga sudah terbentuk,” tambahnya.
Sementara itu, Kadispora Kukar Aji Ali Husni melihat event ini sebagai bentuk pembinaan sekaligus sarana penyaluran bakat generasi muda yang gemar bermain gim.
“Inilah bentuk positif dari hobi bermain game. Semoga ke depan lebih banyak desa atau kelurahan yang berani membuat ajang seperti ini,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, lomba esport di Maluhu tak hanya menjadi ajang pertandingan, tapi juga simbol kemajuan digital yang semakin menyatu dengan semangat pemuda Kukar. (Adv/dk)

















