KUKAR : SDN 019 Tenggarong segera memiliki tiga ruang kelas baru. Pembangunan ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya sekolah tersebut sempat terkendala persoalan sengketa lahan yang akhirnya selesai pada 2023.
Kepala Sekolah SDN 019 Tenggarong, Syalawati, mengatakan tambahan ruang kelas baru sangat penting bagi sekolah yang memiliki jumlah murid cukup banyak. Selama ini, keterbatasan ruang belajar membuat siswa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bergantian pagi dan siang.
“Alhamdulillah, tahun ini SDN 019 mendapatkan pembangunan tiga ruang kelas baru. Dengan tambahan ini, kami berharap pembelajaran bisa lebih efektif tanpa harus bergantian pagi dan siang,” ujarnya Senin (22/9/2025).
Selain pembangunan kelas baru, gedung lama SDN 019 juga akan direhabilitasi secara bertahap. Program ini berasal dari bantuan revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kepala sekolah bahkan telah diundang langsung ke kementerian untuk menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembangunan tersebut.
“Gedung lama akan direhab melalui program revitalisasi. Mudah-mudahan walau waktunya cukup mepet di akhir tahun, pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan maksimal,” jelas Syalawati.
Ia menambahkan, pembangunan ruang kelas baru ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan anggota DPRD Kukar dari daerah pemilihan setempat. Dukungan tersebut menjadi dorongan agar fasilitas pendidikan di Kukar semakin memadai.
Dengan pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi gedung lama, SDN 019 Tenggarong optimistis dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik.
Syalawati berharap pembangunan ini bisa menjadi langkah awal menuju fasilitas sekolah yang lebih lengkap dan representatif bagi seluruh siswa.
“Harapan kami, dengan adanya pembangunan ini, proses pembelajaran di SDN 019 bisa lebih nyaman dan berkualitas, sehingga anak-anak semakin termotivasi untuk belajar dan berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Sapras Pendidikan SD Disdikbud Kukar Al Adawiyah mengatakan bahwa tahun ini Disdikbud fokus pada dan pembangunan di 50 SD yang tersebar di setiap Kecamatan. Saat ini baru sudah berjalan semua, dan sudah berkontrak. Seperti di Sebulu di SDN 018, Loa Kulu SDN 005, ada Samboja SDN 019, SDN 023 Samboja, 038 Samboja, dan SDN 019 Tenggarong dengan pengerjaan sekitar 60% progresnya.
“Tahun ini imbang pembangunan dan perbaikan, ada penambahan ruang kelas, pembangunan toilet, dari semua sub kegiatan ada, misalkan pembangunan pagar, pagar penting juga untuk sekolah,” jelasnya.
Pemenuhan sapras ini tidak sepenuhnya bisa diakomodir oleh Disdikbud Kukar, karena adanya rasionalisasi dan efisiensi anggaran. Dan masih ada beberapa sekolah di Kukar yang masih kekurangan ruang kelas, dan ada yang masih sekolahnya itu bagi sift, misalkan kelas 1 masuk di jam pertama sampai jam 10. (Adv/and)

















