Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Dinas Pekerjaan Umum Kukar Gelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Tenggarong dan Gedung Ekraf

250
×

Dinas Pekerjaan Umum Kukar Gelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Tenggarong dan Gedung Ekraf

Share this article
3c778e7b e488 4e8c 814b d76000b23ade
Kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan paket pekerjaan pembangunan Taman Kota Tenggarong dan Pembangunan Gedung Ekraf .(Foto: and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, membahas pengelolaan Taman Kota Tenggarong dan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf). Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dinas PU Kukar pada Kamis (18/9/2025).

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan bahwa rapat koordinasi ini penting untuk memastikan pengelolaan kawasan dapat berjalan optimal, sehingga fasilitas umum (pasum) yang sudah terbangun tidak terbengkalai atau menjadi tidak fungsional.

“Pembagian tugas nantinya akan diserahkan kepada beberapa perangkat daerah. Ada yang menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, ada yang dikelola oleh Dinas Koperasi, dan sebagian lagi ditangani oleh DLHK. Dengan pembagian peran seperti ini, kawasan bisa lebih terurus,” ungkapnya.

Wiyono menambahkan, Pemkab Kukar berharap kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Fasilitas yang ada, menurutnya, harus dikelola dengan baik agar mampu mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi dan peningkatan pendapatan warga.

“Misalnya, dengan adanya UMKM yang berkembang, kawasan menjadi lebih nyaman, bersih, dan tertata. Hal ini sejalan dengan target Adipura, karena kawasan yang tertata akan mendukung penilaian penghargaan tersebut,” tambahnya.

Selain manfaat langsung bagi masyarakat, kawasan Taman Tenggarong dan Gedung Ekraf juga diharapkan memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya melalui pengelolaan parkir yang teratur dan transparan.

“Dengan manajemen parkir yang baik, tidak ada potensi pendapatan yang hilang atau tidak tercatat dalam kas Pemda. Dengan begitu, pembangunan kawasan tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga mendukung pemasukan daerah secara berkelanjutan,” jelas Wiyono.

 

11392ab5 fef4 424b a85e 97e56a8fb6ac

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekraf Dispar Kukar, Zikri Umulda, menyampaikan bahwa sesuai permintaan Dinas PU, Gedung Ekraf ditargetkan sudah siap difungsikan pada tahun 2026. Anggaran yang tersedia saat ini memungkinkan untuk mempersiapkan pengoperasian gedung tersebut, meskipun masih ada beberapa rencana yang belum sepenuhnya terakomodasi. “Namun, anggaran yang ada akan tetap dimaksimalkan agar gedung dapat segera digunakan,” katanya.

Menurut Zikri, kemungkinan besar gedung baru bisa benar-benar beroperasi setelah perubahan anggaran, karena masih diperlukan pengadaan sejumlah peralatan penunjang.

“Harapannya, pada awal 2026 gedung sudah bisa dipakai. Rencananya, gedung ini akan difungsikan sebagai co-working space sekaligus pusat kegiatan kreatif bagi pelaku usaha maupun komunitas,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dari sisi pembiayaan, fasilitas yang tersedia memang belum sepenuhnya sesuai dengan rencana awal. Karena itu, strategi yang dilakukan adalah memaksimalkan dana yang ada sembari menunggu dukungan tambahan. Ke depan, Gedung Ekraf diharapkan menjadi pusat berkumpulnya para pelaku media, ekonomi kreatif, OPD, maupun akademisi.

“Dengan adanya ruang bersama ini, semua pihak bisa berkolaborasi dan berpikir bersama mengenai arah pengembangan ekonomi kreatif di Kukar,” ungkap Zikri.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh OPD yang terlibat diharapkan dapat bergerak secara sinkron. Dengan begitu, pengelolaan Taman Tenggarong dan Gedung Ekraf tidak hanya sebatas menjaga fasilitas, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang produktif bagi masyarakat.

“Yang penting kawasan jangan kosong. Kalau ada aktivitas, otomatis terpelihara dan bermanfaat. Itu yang kita kejar,” tegasnya.

Dengan langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimistis kawasan tersebut akan menjadi pusat baru bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkreasi, sekaligus meningkatkan taraf ekonomi secara berkelanjutan. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *