Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Tantangan Geografis Jadi Fokus Pembenahan Pendidikan di Daerah Terpencil

306
×

Tantangan Geografis Jadi Fokus Pembenahan Pendidikan di Daerah Terpencil

Share this article
0552ee02 f9c2 4e97 81b6 0e8160521953
Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor (and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Dengan wilayah yang sangat luas dan kondisi geografis yang beragam, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah berkomitmen mempercepat pembenahan sarana dan prasarana sekolah di daerah-daerah terpencil agar tidak tertinggal.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengungkapkan bahwa lebih dari 400 Sekolah Dasar (SD) tersebar di 20 kecamatan Kukar. Sebagian besar berada di wilayah pedalaman yang sulit diakses. Kondisi inilah yang membuat pembenahan infrastruktur pendidikan tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap.

“Geografis Kukar sangat luas, ini mempengaruhi kecepatan kami dalam meratakan pembangunan sarpras,” ujarnya.

Menurut Thauhid, banyak sekolah yang masih membutuhkan ruang kelas layak, laboratorium, hingga toilet yang memadai. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan fisik bukan satu-satunya prioritas.

“Kami juga harus memastikan peningkatan kualitas guru dan pemenuhan fasilitas belajar. Tidak bisa hanya fokus ke bangunan saja,” jelasnya.

Pendekatan proporsional pun menjadi strategi utama Disdikbud Kukar. Sekolah di wilayah pedalaman mendapat perhatian lebih karena kondisi sarana prasarana mereka umumnya lebih tertinggal dibandingkan sekolah di perkotaan.

“Sekolah di pedalaman jadi prioritas. Kami ingin anak-anak di sana merasakan pendidikan yang sama baiknya dengan yang ada di kota,” tegas Thauhid.

Selain pembangunan fisik, peningkatan kapasitas guru juga terus digenjot melalui program pelatihan berbasis kurikulum dan teknik pembelajaran kreatif. Disdikbud berharap para tenaga pendidik di Kukar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Harus ada keseimbangan. Gedung sekolah boleh bagus, tapi gurunya juga harus andal dan alat ajarnya lengkap,” katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Disdikbud juga mulai mendorong digitalisasi pembelajaran. Program ini masih terbatas di sekolah-sekolah yang sudah memiliki jaringan internet memadai, khususnya di tingkat SD dan SMP.

“Integrasi teknologi menjadi arah ke depan. Ini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan digital,” ungkap Thauhid.

Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial menjadi kunci keberhasilan pembangunan pendidikan. Kolaborasi diharapkan dapat mempercepat perbaikan sarana maupun peningkatan kualitas belajar mengajar.

“Dengan semangat gotong royong, kita bisa mempercepat kemajuan pendidikan di Kukar,” tuturnya.

Meski penuh tantangan, Pemkab Kukar tetap berkomitmen melaksanakan pembenahan pendidikan secara menyeluruh. Pemerataan kualitas pendidikan menjadi visi besar agar tidak ada anak didik yang tertinggal hanya karena tinggal di wilayah terpencil. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *