Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Desa Loa Duri Ilir Kembangkan Telur Omega untuk Perkuat Ketahanan Pangan

524
×

Desa Loa Duri Ilir Kembangkan Telur Omega untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Share this article
Usaha Peternakan Ayam Petelur di Desa Loa Duri Ilir (istimewa)
Usaha Peternakan Ayam Petelur di Desa Loa Duri Ilir (istimewa)
Example 468x60

KUKAR : Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, berhasil mencatatkan prestasi di tingkat nasional berkat inovasi dalam pengelolaan dana desa. Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan program yang berbeda dari kebanyakan desa, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Jika sebagian besar desa fokus pada program pertanian dan peternakan konvensional, Loa Duri Ilir justru menghadirkan budidaya ayam petelur omega. Program ini membawa desa tersebut masuk tiga besar nasional dalam lomba inovasi dana desa.

“Alhamdulillah, inovasi telur omega ini berhasil mengharumkan nama desa kami sekaligus mewakili Kalimantan Timur,” kata Fahri belum lama ini.

Menurut Fahri, program ini tidak hanya sebatas beternak ayam petelur. Desa juga menciptakan sistem produksi yang terintegrasi, mulai dari penyediaan pakan hingga pemanfaatan limbah pertanian. Sekitar 40 persen pakan ayam diproduksi sendiri dengan bahan baku jagung hasil kerja sama bersama petani desa.

Pola ini memberikan keuntungan ganda. Jagung yang dipanen dijadikan bahan pakan ayam, sedangkan sisa batang jagung diolah menjadi silase untuk pakan kambing. “Dengan begitu, selain produksi telur omega, ada juga pengembangan peternakan kambing yang berjalan bersamaan,” jelasnya.

Produk telur omega hasil desa kini mulai dipasarkan ke luar wilayah, termasuk ke sejumlah supermarket di Samarinda. Fahri menyebut, pasar telur omega semakin terbuka karena masyarakat mulai mencari produk pangan yang lebih sehat.

Program yang baru berjalan setahun ini dikelola oleh BUMDes dengan melibatkan masyarakat. Beberapa warga bahkan difasilitasi dengan bantuan ayam dan kandang agar bisa ikut beternak.

“Masyarakat tidak hanya terbantu dari sisi ekonomi, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tambah Fahri.

Saat ini, jumlah ayam petelur yang dipelihara mencapai 1.500 ekor dan akan bertambah dengan bantuan 1.000 ekor dari pemerintah kabupaten. Produksi telur yang dihasilkan memberi pendapatan kotor sekitar Rp15–19 juta per minggu.

“Ini baru dari ayam petelur. Untuk kambing, hasilnya belum ada karena masih dalam tahap pemeliharaan. Namun ke depan kami optimistis dua sektor ini bisa menopang ketahanan pangan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya (adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *