KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus mengakselerasi program pengendalian banjir dalam kota. Sejumlah kegiatan pembangunan dan perbaikan drainase hingga kanal pengendali banjir kini tengah berlangsung di berbagai titik, dengan target seluruh pekerjaan rampung pada akhir tahun 2025.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Kukar, Awang Agus Sabandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di bidang SDA berjalan cukup baik. Beberapa pekerjaan bahkan sudah selesai 100 persen, sementara lainnya masih dalam progres sesuai jadwal.
“Secara keseluruhan, pelaksanaan program pengendalian banjir masih on track. Beberapa pekerjaan sudah selesai sepenuhnya, sementara lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Untuk skala besar seperti di Kelurahan Loiboh, progres masih berjalan sesuai rencana,” terang Awang Senin (1/9/2025).
Di Kecamatan Tenggarong, berbagai titik pekerjaan drainase dan kanal juga terus dipercepat. Pembangunan kanal pengendali banjir dan sejumlah saluran drainase menjadi prioritas agar persoalan genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan bisa diminimalisasi.
“Ada beberapa lokasi kegiatan di Tenggarong, di antaranya pembangunan kanal pengendali banjir, drainase di Jalan Mawar, drainase Loa Ipuh, drainase Melak 1 dan Melak 2 di Mangku Raja, drainase di Gunung Belah, drainase di Rapak Mahang, serta drainase di Jalan Jelawat. Semua progres berjalan baik tanpa ada minus, alhamdulillah,” jelasnya.
Awang menambahkan, meskipun target penyelesaian seluruh kegiatan jatuh pada akhir tahun 2025, pihaknya optimistis kontrak-kontrak yang berakhir pada November hingga Desember dapat diselesaikan tepat waktu. Sejauh ini, pelaksanaan di lapangan juga masih sesuai perencanaan, sehingga potensi keterlambatan relatif kecil.
Namun, ia tidak menampik adanya sejumlah kendala, terutama terkait lalu lintas dan perizinan. Hal ini muncul karena pekerjaan drainase kerap berada di jalan padat kendaraan. Proses perizinan tidak terkendala penolakan, melainkan perlu waktu agar kepolisian lalu lintas dan dinas perhubungan dapat mengkaji dampak pekerjaan terhadap arus kendaraan.
“Kendalanya bukan karena izin tidak diberikan, tetapi karena mereka perlu mempelajari dampak lalu lintas terlebih dahulu. Hal itu wajar, karena pekerjaan drainase pasti berhubungan dengan jalan dan potensi kemacetan. Untungnya, kendala ini masih bisa kita atasi sesuai jadwal yang sudah diperhitungkan sejak awal,” tegas Awang.
Selain fokus pada pengerjaan teknis, Bidang SDA juga memperhatikan efisiensi anggaran agar setiap kegiatan bisa berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa sejauh ini proses efisiensi tidak mengganggu pelaksanaan di lapangan.
“Kebutuhan akhir memang belum bisa dipastikan, tetapi progres dan efisiensi berjalan sesuai harapan. Mudah-mudahan tidak ada hambatan berarti hingga akhir tahun nanti,” tambahnya.
Program pengendalian banjir dalam kota ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan sistem drainase dan kanal yang lebih baik, genangan air saat hujan deras bisa dikurangi, sehingga kenyamanan dan keselamatan warga lebih terjamin.
“Banjir bukan hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga bisa merusak lingkungan dan infrastruktur lain. Karena itu, program ini sangat penting. Harapan kami, dengan tuntasnya pekerjaan di akhir tahun, masyarakat bisa merasakan manfaat nyata,” pungkas Awang.
Melalui upaya konsisten dan perencanaan yang matang, Dinas PU Kukar optimistis program pengendalian banjir dalam kota akan semakin memperkuat kualitas infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Adv/and)

















