KUKAR : Kecamatan Muara Jawa memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama di bidang perkebunan kelapa sawit dan perikanan. Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menyebut bahwa sektor perkebunan sawit menjadi salah satu unggulan di wilayahnya, khususnya di Kelurahan Muara Kembang.
“Muara Kembang merupakan daerah penghasil sawit terbesar di kecamatan ini. Perkebunan sawit di sini dimiliki oleh masyarakat, bukan perusahaan besar. Setiap petani rata-rata memiliki lahan minimal 2 hektare dan mengelolanya secara perorangan,” ujar Ramli, Senin (10/3/2025).
Sebelumnya, saat harga sawit mencapai Rp1.500.000 per ton, perputaran ekonomi di Muara Kembang bisa mencapai Rp20 miliar per bulan. Namun, saat ini harga sawit mengalami fluktuasi, sehingga diperlukan strategi agar petani tetap bisa bertahan dan berkembang.
Pemerintah Kecamatan Muara Jawa terus memberikan dukungan bagi pengembangan sektor pertanian, terutama di bidang perikanan. Menurut Ramli, perikanan menjadi perhatian utama pemerintah sebagai sektor pendukung ekonomi masyarakat.
Selain itu, di bidang peternakan, saat ini tengah dibangun sebuah perusahaan peternakan ayam berskala besar di Muara Kembang. Meski nama perusahaan belum diketahui, proyek ini diprediksi akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Ke depan, pemerintah Kecamatan Muara Jawa berharap ada peningkatan infrastruktur, terutama di Kelurahan Muara Kembang dan Terusan Dalam, yang masih memiliki akses terbatas. Selain itu, pembangunan kantor kecamatan juga menjadi prioritas agar menjadi ikon baru bagi Muara Jawa, mengingat wilayah ini akan menjadi bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami juga berharap ada lebih banyak dukungan bagi petani sawit dan sektor perikanan agar mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” tutup Ramli. (Adv/dk)

















