KUKAR: Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki berbagai objek wisata terkenal, dan menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata pantai hingga wisata bekantan. Wisata-wisata ini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Samboja, Ahmad Sahyudi, menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki sejumlah pantai seperti Pantai Pemedas, Tanjung Harapan, Duta, dan Coconut Beach. Selain itu, terdapat juga wisata bekantan Sungai Hitam yang berada di Kelurahan Kampung Lama dan telah mendunia.
“Memang masyarakat di sini tidak terlalu tahu, padahal wisata itu setiap bulannya ada wisatawan yang mampir. Kebetulan saya pernah di Kelurahan Sungai Merdeka waktu itu dan membentuk Pokdarwis Sungai Hitam Lestari yang mengelola wisata tersebut,” ungkap Ahmad Sahyudi.
Data pengunjung menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang dari Asia, tetapi juga dari Eropa dan Afrika. Wisata ini menawarkan hutan mangrove yang terletak di muara antara sungai dan laut, yang dihuni oleh bekantan, monyet endemik Kalimantan.
“Sebenarnya ada beberapa spesies, tapi yang paling populer adalah bekantan ini. Sebelum Kecamatan Samboja dimekarkan, ada juga wisata orang utan yang kini berada di Kecamatan Samboja Barat,” ujarnya.
Populasi bekantan di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 25 ekor, dan mereka menjadi daya tarik utama wisata bekantan. Wisata ini dikelola oleh satu manajemen dengan Borneo Orangutan Survival Foundation, seringkali menawarkan paket wisata yang mencakup kunjungan ke Samboja Lestari dan Bukit Bengkirai.
Wisata Bekantan Sungai Hitam Lestari terletak di Kampung Padang, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja. Wisata ini menawarkan pengalaman menyusuri Sungai Hitam dengan perahu tradisional berdaya mesin ketinting untuk melihat bekantan yang hidup di pepohonan pinggir sungai. Bekantan memiliki daya tarik unik dibandingkan primata lainnya seperti kera, lutung, dan orangutan.
“Harapannya, wisata bekantan ini dapat mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, wisata tersebut masih dikelola oleh masyarakat setempat, yang menjual cenderamata, dodol, pupur dingin dari buah rambai hutan, serta kerajinan tudung dari daun nipah.” harapnnya.
Sedangkan untuk wisata pantai, ada yang dikelola oleh swasta dan pemerintah. Pantai Tanjung dikelola oleh Dispar Kukar, sementara Pantai Pemedas dan Coconut Beach dikelola oleh swasta. Ada juga yang dikelola oleh Pokdarwis.
“Harapannya, apa yang sudah ada ini dijaga supaya lebih berkembang, namun jangan sampai merusak alam sekitar. Kedepannya, diharapkan ada perhatian khusus dari IKN karena wisata merupakan modal penting selain tambang dan migas untuk menjadi penopang PAD Samboja dan IKN,” tutupnya.(adv/dk1)

















