KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, melantik 11 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Pelantikan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026).
Pelantikan ini sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus mengisi sejumlah jabatan yang kosong akibat pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
Sebanyak 11 pejabat yang dilantik yakni Ersyanli sebagai Sekretaris Dinas Sosial, Lucy Yulidasari sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nurlely Tri Wahyuni sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Aji Muhammad Parikesit, serta Arif Rusdi Anto sebagai Wakil Direktur Penunjang dan Keuangan RSUD Aji Muhammad Parikesit.

Selanjutnya, Aspiady Yuspian Handani menjabat Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Daerah, Rindang Lesnana menjabat Kepala Bagian Fasilitasi dan Pengawasan Penganggaran Sekretariat DPRD, Ismail Effendi sebagai Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM, serta Muhammad Saidar sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemudian, Akhmad Supriyadi dipercaya sebagai Kepala Bidang Anggaran BPKAD, Yoga Jati Nugraha sebagai Kepala Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Aset BPKAD, serta Hariyo Santoso sebagai Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah dan Elektromedik pada Dinas Kesehatan Kukar.
Bupati Aulia, mengatakan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang perlu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan tugas dan fungsi perangkat daerah. Selain penyegaran, pengisian jabatan juga dibutuhkan agar tidak terjadi kekosongan posisi yang dapat menghambat jalannya organisasi.
“Ini merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi. Selain untuk melakukan penyegaran, pelantikan ini juga bertujuan mengisi jabatan-jabatan yang kosong karena beberapa pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan pejabat yang mengisi posisi baru harus mampu memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Karena itu, seluruh pejabat yang baru dilantik diminta segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memahami tanggung jawab, serta menyusun langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan menghadirkan inovasi menjadi hal penting bagi pejabat dalam menjalankan amanah. Ia berharap para pejabat tidak hanya melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan baru yang berdampak terhadap peningkatan kinerja pemerintahan.
Aulia juga mengingatkan agar seluruh pejabat tetap berpedoman pada target program Kukar Idaman Terbaik yang menjadi visi pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2025–2030. Pelaksanaan program tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Para pejabat harus menjaga target kinerja program Kukar Idaman Terbaik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, menjelaskan bahwa dari total 11 pejabat yang dilantik, sembilan di antaranya merupakan pejabat administrator dan dua lainnya pejabat pengawas.
Ia menyebutkan, proses pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Kukar masih akan berlanjut. Pasalnya, pada November mendatang terdapat sejumlah pejabat yang memasuki masa pensiun, sementara beberapa posisi lainnya masih belum terisi.
“Untuk pengisian jabatan yang masih kosong, pada November nanti masih ada sejumlah pejabat yang memasuki masa pensiun. Selain itu, masih ada sekitar 10 jabatan yang perlu diisi,” ungkapnya.
Rendra mengatakan, pengisian jabatan yang tersisa direncanakan menggunakan mekanisme manajemen talenta. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses penempatan aparatur sipil negara sesuai kebutuhan organisasi dan kompetensi yang dimiliki.
Pemkab Kukar menargetkan seluruh proses pengisian jabatan tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini. Dengan terpenuhinya posisi yang masih kosong, pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik diharapkan semakin efektif.
“Insyaallah, pada November nanti kita akan melaksanakan pengisian melalui mekanisme manajemen talenta. Targetnya, pengisian jabatan tersebut dapat diselesaikan tahun ini,” pungkasnya. (Adv/Van)

















