Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Dishub Kukar Rampungkan Pemasangan Lampu Jalan di Muara Jawa Ulu

217
×

Dishub Kukar Rampungkan Pemasangan Lampu Jalan di Muara Jawa Ulu

Share this article
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi. (Van/dutakaltimnews.com)
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah merampungkan pembangunan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Martadinata dan Jalan Sukarelawan, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pemasangan lampu penerangan di kedua ruas jalan tersebut telah diselesaikan melalui pekerjaan yang dilaksanakan pada 2025 dan dituntaskan pada 2026.

Kehadiran fasilitas penerangan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintasi jalan, terutama pada malam hari.

Menurutnya, penyelesaian pembangunan LPJU menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung keselamatan pengguna jalan serta menunjang aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

“Untuk keamanan dan kenyamanan jalan, kami sudah memasang lampu penerangan, baik di Jalan Martadinata maupun Jalan Sukarelawan. Pembangunan LPJU di kedua ruas tersebut sudah tuntas,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, pemasangan lampu di Jalan Martadinata mencakup ruas sepanjang kurang lebih tiga kilometer dengan perkiraan 60 titik penerangan. Sementara itu, di Jalan Sukarelawan terdapat sekitar 50 titik lampu yang telah dipasang.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, Dishub Kukar memastikan pekerjaan penerangan jalan di dua lokasi itu telah rampung. Fasilitas tersebut diharapkan membantu meningkatkan visibilitas pengendara dan memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas pada malam hari.

“Kalau untuk jumlah titik secara keseluruhan, saya tidak ingat persis angkanya. Namun, untuk Jalan Martadinata yang panjangnya sekitar tiga kilometer, perkiraannya ada 60 titik, sedangkan di Jalan Sukarelawan sekitar 50 titik,” jelasnya.

Di sisi lain, Ia turut menanggapi kondisi jalan di kawasan tersebut yang masih menghadapi kendala ketika air pasang. Menurutnya, jalan masih dapat dilalui dalam kondisi normal karena permukaan dasarnya berupa tanah.

Namun, aktivitas kendaraan pengangkut hasil tambak dan perkebunan dapat terganggu ketika air pasang menggenangi atau memengaruhi kondisi jalan.

Dalam situasi tersebut, masyarakat biasanya harus menunggu hingga air surut sebelum kembali melintas. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengguna jalan, khususnya mereka yang membawa hasil usaha dari kawasan tambak maupun perkebunan.

“Pada dasarnya jalan masih bisa dilewati. Hanya saja, kalau ada aktivitas mengangkut hasil tambak atau perkebunan saat air pasang, kendaraan terkadang tidak bisa lewat. Jadi, harus menunggu sampai air surut,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan rekayasa lalu lintas maupun pembatasan tonase kendaraan, Ia menyebutkan belum ada pengaturan khusus yang diterapkan di kawasan tersebut. Hal ini lantaran aktivitas kendaraan di lokasi itu lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pengangkutan hasil tambak serta perkebunan, bukan kegiatan operasional perusahaan.

Ia menambahkan, kondisi jalan dan pasang surut air menjadi faktor yang perlu diperhatikan masyarakat saat melakukan perjalanan. Karena itu, pengguna jalan diimbau menyesuaikan waktu perjalanan dengan kondisi lapangan agar aktivitas pengangkutan maupun mobilitas warga dapat berjalan lebih lancar.

“Tidak ada rekayasa jalan maupun pembatasan tonase kendaraan. Aktivitas di sana lebih banyak untuk kebutuhan masyarakat, seperti mengangkut hasil perkebunan dan tambak, serta tidak ada aktivitas perusahaan,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *