Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Api Masih Mengintai di Hutan Kedang Murung, Pemadaman Terkendala Sumber Air

268
×

Api Masih Mengintai di Hutan Kedang Murung, Pemadaman Terkendala Sumber Air

Share this article
Proses Pemadaman Karhutla di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun (Dok. Damkar Sektor Kota Bangun)
Proses Pemadaman Karhutla di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun (Dok. Damkar Sektor Kota Bangun)
Example 468x60

KUKAR: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer 3, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), belum sepenuhnya dapat ditangani. Meski api sempat berhasil dipadamkan, sejumlah titik masih menyisakan bara di dalam kawasan hutan yang sulit dijangkau.

Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy, mengatakan kondisi medan menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman. Lokasi titik api berada cukup jauh dari akses masuk dan sumber air.

“Masih ada juga, karena tidak bisa dijangkau. Jauh di dalam hutan dan tidak ada akses untuk masuk. Air juga tidak ada di dekat titik api,” kata Junaidy Kamis (24/9/2026).

kebakaran desa murung 2

Menurutnya, peralatan pemadaman sebenarnya tersedia. Namun, keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman di lokasi menjadi lebih sulit. Bahkan, jarak dari titik api menuju sumber air diperkirakan mencapai sekitar 3,5 kilometer.

“Kalau peralatan kami ada, cuma airnya tidak ada. Jaraknya sekitar 3,5 kilometer dari titik air, jadi sulit kalau harus dibawa,” ujarnya.

Karhutla tersebut terjadi sejak Minggu (20/9/2026) hingga saat ini. Penanganan dilakukan Tim Pengendalian Karhutla Kecamatan Kota Bangun yang melibatkan pemerintah kecamatan, Polsek Kota Bangun, Koramil Kota Bangun, relawan Desa Kedang Murung, serta dukungan perusahaan di wilayah tersebut.

Tim bergerak melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas.

Junaidy menyebut sebagian besar titik kebakaran berada jauh dari permukiman. Sementara titik yang berada lebih dekat dengan permukiman dapat diantisipasi menggunakan mesin pemadam dan dukungan mobil tangki air dari perusahaan.

“Kalau yang dekat permukiman bisa kami antisipasi dengan menggunakan air dan pemadam alkon. Kami juga dibantu water tank dari perusahaan,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, pemerintah desa belum dapat memastikan apakah api berasal dari aktivitas pembakaran lahan atau faktor lainnya.

“Kami tidak tahu juga. Kami hanya melihat api, kemudian melakukan antisipasi. Belum pernah kami menemukan orang yang membakar,” ungkap Junaidy.

Ia mengatakan kondisi karhutla tahun ini tergolong cukup parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Cuaca panas yang berlangsung cukup lama serta minimnya hujan membuat kawasan hutan dan lahan lebih mudah terbakar.

“Kalau yang cukup parah seperti ini baru tahun ini. Memang panas dan sudah beberapa bulan tidak ada hujan,” katanya.

Mengantisipasi kejadian serupa, Pemerintah Desa Kedang Murung telah memasang lebih dari 10 papan atau baliho imbauan di sejumlah lokasi, terutama di sekitar jalan dan kawasan yang dianggap rawan.

Imbauan tersebut juga diperkuat melalui koordinasi bersama tiga kecamatan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Junaidy menegaskan, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau melihat ada titik api, segera laporkan,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *