Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Kukar Minta Warga Kenakan Masker

279
×

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Kukar Minta Warga Kenakan Masker

Share this article
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah. (van/dutakaltimnews.com)
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah. (van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai terdampak kondisi udara yang diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara yang terasa panas ditambah pekatnya asap membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan kegiatan di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang tetap harus beraktivitas di ruang terbuka.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan kondisi udara saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, masyarakat harus mengurangi paparan asap dengan membatasi kegiatan di luar ruangan.

“Sudah berbahaya. Makanya kita sudah harus pakai masker. Kalau tidak ada kepentingan, baiknya tidak usah beraktivitas di luar dulu,” ujarnya Sabtu (19/9/2026).

Tidak hanya aktivitas masyarakat, kondisi udara tersebut turut memengaruhi kegiatan pendidikan di Kukar. Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap proses pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi udara di masing-masing wilayah.

Ismi menjelaskan, Dinkes telah berkoordinasi dengan instansi yang berkaitan dengan sektor pendidikan. Langkah tersebut dilakukan lantaran tingkat kondisi udara tidak selalu sama di setiap daerah.

“Untuk pendidikan, kita koordinasikan dengan instansi terkait. Karena kondisi setiap wilayah berbeda, pelaksanaannya juga kita sesuaikan dengan keadaan di lapangan,” katanya.

Pada jenjang pendidikan yang berada di bawah Pemkab Kukar, sekolah telah diarahkan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui surat edaran.

Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut tetap menyesuaikan situasi udara di lingkungan sekolah.

Hal serupa juga dilakukan terhadap lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Kukar.

Sejumlah jenjang pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) menjalankan PJJ hingga Minggu.

Evaluasi akan dilakukan setelah melihat perkembangan kondisi udara dalam beberapa hari ke depan.

“Kita lihat sampai Minggu. Setelah itu kita evaluasi lagi bagaimana kondisi udaranya,” ungkapnya.

Sementara itu, penyesuaian juga menjadi perhatian bagi SMA, SMK dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dinkes Kukar telah memberikan rekomendasi agar kegiatan belajar mengajar mempertimbangkan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

Dampak kabut asap turut dirasakan mahasiswa. Salah seorang mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Opan, mengatakan kondisi cuaca beberapa hari terakhir terasa lebih panas. Kabut asap yang muncul bersamaan dengan kondisi tersebut membuat udara terasa kurang nyaman.

Ia menyebut proses perkuliahan di kampusnya juga telah dialihkan ke sistem jarak jauh sejak 17 September 2026.

“Belakangan ini udara cukup panas disertai kabut asap, sehingga kualitas udara terasa tidak sehat,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kegiatan masyarakat dan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

“Harapannya semoga cuaca segera membaik dan karhutla yang akhir-akhir ini sering terjadi di Kukar cepat berakhir. Semoga kualitas udara, khususnya di Kukar, kembali normal,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *