Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Kabut Asap Pekat Selimuti Tenggarong, BPBD Kukar Bagikan 5.000 Masker

215
×

Kabut Asap Pekat Selimuti Tenggarong, BPBD Kukar Bagikan 5.000 Masker

Share this article
Suasana Pembagian Masker Oleh BPBD Kukar, di Simpang simpang 3 lampu merah Pulau Kumala. (Van/dutakaltimnews.com)
Suasana Pembagian Masker Oleh BPBD Kukar, di Simpang simpang 3 lampu merah Pulau Kumala. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut membuat jarak pandang berkurang dan masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di luar ruangan, harus lebih waspada terhadap dampak buruk kualitas udara.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar, Sigit Imam Prasetyo, mengatakan pembagian masker dilakukan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat.

“Hari ini kita ada empat titik, mungkin di SMA 1, SMA 2, simpang 3 Pulau Kumala dan Simpang 4 Unikarta,” ujarnya saat pembagian masker di simpang 3 lampu merah Pulau Kumala, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, pembagian masker tersebut dilakukan secara bersama-sama antara BPBD Kukar dan PMI. Selain di sekolah, pembagian juga menyasar masyarakat yang berada di kawasan dengan aktivitas cukup padat.

Untuk jumlah masker yang disiapkan, Sigit menyebut ada sekitar 5.000 masker yang dibagikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah membantu masyarakat mengurangi paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita bergabung hari ini dengan PMI,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan catatan BPBD Kukar, kualitas udara di Tenggarong saat ini berada pada kondisi yang perlu diwaspadai. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat sekitar 210,5 atau masuk kategori tidak sehat.

Sigit mengatakan kondisi kabut asap tersebut mulai dirasakan sejak sehari sebelumnya. Menurutnya, pekatnya asap berkaitan dengan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Ini dampak akibat karhutla, kebakaran hutan. Karena kemarin ada hujan, hujan itu menimbulkan asap yang pekat,” jelasnya.

BPBD Kukar memperkirakan kondisi kabut asap masih dapat berlangsung dalam dua hingga tiga hari ke depan. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada perkembangan cuaca, khususnya apabila kembali terjadi hujan.

“Ini kemungkinan kita perkirakan mungkin sampai dua atau tiga hari. Kita lihat kondisi. Kalau hujan lagi kemungkinan bisa cepat berkurang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sigit menyebut kejadian karhutla hingga saat ini masih menunjukkan kecenderungan bertambah. Karena itu, BPBD terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Untuk masyarakat, membakar hutan dikurangi. Ini sebetulnya bukan akibat hutan terbakar sendiri. Berarti kan ada penyebabnya. Kita mengimbau masyarakat supaya tidak membakar lahan,” tegasnya.

Salah satu warga yang merasakan langsung dampak kabut asap adalah Zaini Ali, pengemudi ojek online (ojol) asal Tenggarong. Ia mengaku kondisi kabut asap cukup mengganggu aktivitasnya yang sehari-hari lebih banyak berada di jalan.

“Kalau dilihat kasat mata, kabut asap ini memang luar biasa pekatnya. Kami yang bekerja di jalanan selalu terpapar asap ini,” katanya.

Ia mengaku matanya terasa perih akibat terpapar asap. Menurutnya, penggunaan masker menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

“Jujur mata saya juga perih kena asap ini dan memang seharusnya memakai masker agar terhindar dari penyakit,” ujarnya.

Zaini juga menyambut baik pembagian masker yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut cukup membantu masyarakat yang setiap hari membutuhkan masker saat bekerja di jalan.

“Dengan adanya pembagian masker dari pemerintah ini lumayan meringankan beban kami juga untuk beli masker. Karena kami memang setiap hari harus pakai masker,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi karhutla segera berakhir sehingga kabut asap yang menyelimuti Tenggarong dapat kembali menipis.

“Semoga bencana karhutla ini cepat berlalu. Jangan sampai ada lagi orang yang sembarangan bakar-bakar dan tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Adv/van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *