Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Erau Adat Kutai 2026 Tinggal Hitungan Hari, Persiapan Capai Tahap Akhir

264
×

Erau Adat Kutai 2026 Tinggal Hitungan Hari, Persiapan Capai Tahap Akhir

Share this article
Rapat Final Erau Adat Kutai 2026. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Rapat Final Erau Adat Kutai 2026. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Persiapan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 memasuki tahap akhir. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat akbar bersama panitia untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai 20 hingga 28 September 2026 berjalan lancar.

Rapat final tersebu berlangsung di Gedung Sekretariat Panitia Erau, Selasa (15/9/2026).

Evaluasi dilakukan terhadap berbagai kebutuhan, mulai dari rangkaian sakral dan seremonial hingga kesiapan fasilitas pendukung.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Erau bukan hanya agenda pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kukar dalam menjaga adat, istiadat, serta kebudayaan Kutai.

“Erau merupakan suatu kegiatan besar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Erau ini adalah milik seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh pihak diminta memberikan dukungan agar pelaksanaan Erau tahun ini dapat berlangsung aman dan tanpa kendala.

“Melalui kegiatan Erau ini, kita menjaga adat, istiadat, dan budaya warga masyarakat Kutai Kartanegara. Oleh karenanya kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan baik, dengan lancar dan didukung oleh seluruh pihak,” ujarnya.

Terkait kemungkinan perubahan pelaksanaan dibanding tahun sebelumnya, Aulia menyebut hingga saat ini rangkaian kegiatan sakral maupun seremonial masih berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.

Untuk kehadiran pejabat pemerintah pusat, Aulia menyampaikan Kementerian Pariwisata telah mengonfirmasi kehadiran.

“Kementerian Pariwisata sudah mengkonfirmasi untuk hadir. Ibu Menteri masih kami upayakan untuk hadir, besok kami zoom meeting langsung dengan Ibu Menteri terkait dengan kegiatan ini,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian panitia mengingat pelaksanaan sejumlah kegiatan berlangsung di ruang terbuka. Pemkab Kukar masih memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk menentukan langkah apabila kondisi tidak memungkinkan.

“Kalau seandainya kualitas udara tidak memungkinkan untuk pelaksanaan di luar ruangan, ya kita akan berupaya untuk menyesuaikan. Tapi sampai sejauh ini, berdasarkan data ISPU kita, itu masih memungkinkan untuk kita melaksanakan kegiatan di luar ruangan,” ungkapnya.

Persiapan juga mencakup antisipasi gangguan listrik dan pelayanan air bersih yang berpotensi terdampak kondisi kekeringan. Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah skenario agar kegiatan tetap berjalan apabila terjadi gangguan selama pelaksanaan.

“Kita sudah bisa mempersiapkan plan A, plan B, plan C, plan D, bahkan rencana-rencana yang lain ketika misalnya mati lampu dan lain sebagainya apa yang harus kita lakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menyebut Erau Adat Kutai 2026 memiliki tantangan berbeda karena tahun ini telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

Menurutnya, status tersebut membuat penyelenggaraan Erau harus memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan kementerian, termasuk pengelolaan sampah, mitigasi risiko bencana, hingga dampak ekonomi terhadap pelaku UMKM.

“Erau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Erau tahun ini sudah masuk Karisma Event Nusantara, sehingga standar pelaksanaannya harus diperhatikan. Ada standar dan target tertentu yang diminta oleh kementerian dan harus kita penuhi,” terangnya.

Selain itu, aspek pelayanan bagi wisatawan dan pengunjung juga menjadi perhatian. Informasi kegiatan nantinya tidak hanya disampaikan dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga perlu tersedia dalam Bahasa Inggris agar dapat diakses masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara.

Untuk rangkaian sakral, Heriansyah menyebut persiapannya secara fisik telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah prosesi pra-Erau juga telah dilaksanakan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke 21, Sultan Aji Muhammad Arifin.

“Salah satunya ziarah ke makam para raja dan Sultan yang ada di kompleks Museum Mulawarman, kemudian ke Desa Kutai Lama. Hari ini juga tadi dilaksanakan prosesi Pesawai,” ujarnya.

Heriansyah menegaskan seluruh rangkaian kegiatan sakral Erau akan diikuti Sultan sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *